Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Hukum

Diduga Terlibat, Oknum Polisi Dilapor Propam Polda Sulsel

19
×

Diduga Terlibat, Oknum Polisi Dilapor Propam Polda Sulsel

Sebarkan artikel ini
Rizal (24) Korban Penipuan Tes Calon Anggota Bintara Polri saat melapor di Propam Polda Sulsel.

MATA JURNALIS NEWS, SULSEL –Anggota Polri berinisial AD dilaporkan ke Propam Polda Sulawesi Selatan lantaran diduga melakukan tindakan pidana penipuan.

Hal itu terlihat dari Laporan Polisi (LP) bernomor B/YD-06/1/2024/Bid Propam.

Dalam laporan itu korban memberikan keterangan terkait diduga keterlibatan oknum yang bersangkutan dalam menjalankan aksi penipuan.

Ya sekadar ketahui, AD mengiming-imingi korban bernama Rizal (24) bahwa AD bisa meloloskan korban saat mengikuti tes Bintara Polri.

Setelah yakin dengan janji manis yang ditawarkan oleh oknum, korban kemudian dimintai uang sebanyak Rp626 juta dengan cara mentransfer secara bertahap.

Saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut, Rizal selaku korban membenarkan perihal dirinya sudah melaporkan oknum polisi itu di Propam Polda Sulsel.

“Iya sudah saya melapor di SPKT dan Propam terkait kasus penipuan,” kata Rizal kepada awak media, Rabu (10/1/2024).

Rizal mengakui bahwa dirinya mengenal AD melalui tantenya berinisial DS. Dari sanalah mereka sudah menjalin komunikasi perihal tes masuk Bintara Polri.

Selain itu, Rizal mengaku pernah dibawa ke rumah pensiunan Polri yang pernah bertugas di RS Bhayangkara. Pertemuan itu untuk meyakinkan korban terkait seleksi Bintara Polri.

“Saya dibawah DS, untuk bertemu bersama TW dan ibu TW ke rumah pensiunan Polri.inisial H. Di sanalah TW terus meyakinkan saya dan terus memberi semangat, sebab TW juga lolos polisi lantaran dibantu oleh pensiunan Polri tersebut,” tambahnya.

Selepas dari pertemuan itu, korban makin percaya bahwa dirinya bisa lolos. Bukan hanya itu, dia pun percaya mentransfer uang kepada AD agar ia lolos.

“Saya percaya dan mentransfer uang. Saya sempat disuruh ikut tes di Polres Bantaeng tetapi saya gagal di ukur tinggi, akan tetapi AD terus meyakinkan saya dengan menyebut nama ada yang bantu, bahkan AD sempat sebut nama ajudan Kapolda dan lainnya,” ujarnya.

Karena percaya dengan janji oknum bersangkutan, korban pun percaya sampai menghabiskan uang sekitar Rp 1, 3 miliar.

“Saya diyakinkan bahwa bisa lolos seleksi. Namun sampai saat tidak ada kepastian. Saya pun melaporkan kejadian tersebut di Polda Sulsel,” cetusnya.

Ia berharap ada kepastian kasus yang menimpa dirinya.

“Semoga musibah yang saya alami ini ada titip terangnya,” harap Rizal.

(Editor Aisyah)