Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Makassar

Dinilai Tak Sopan, PD Parkir Diduga “Rangkul” Jukir Ala Preman

×

Dinilai Tak Sopan, PD Parkir Diduga “Rangkul” Jukir Ala Preman

Sebarkan artikel ini

Mata Jurnalis News, MAKASSAR – Maraknya Juru Parkir (Jukir) yang berprilaku tidak pantas terhadap pemilik kendaraan menjadi catatan penting raport kinerja PD. Parkir Makassar Raya.

Dimana dari data yang kami peroleh beberapa jukir kerap menonjolkan muka sangar dan kata-kata kasar (seperti Preman) dibanding pelayanan ramah kepada para pengguna jasa parkir dikota ini.

Lepas dari itu, tata parkir dikota ini yang terkesan masih sembrawut, Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang seharusnya jadi primadona dan jadi salah satu alat pengubah wajah perpakiran Kota Makassar untuk lebih baik, terkesan ‘mati suri’.

“Nanti kami akan panggil semua jukirnya, untuk diberi edukasi, “kata H. Irhamsyah Gaffar SE. (Dirut PD Parkir Makassar Raya).

Dibeberapa titik, terdapat rambu larangan parkir. Namun, PD. Parkir Makassar Raya malah memberikan legalitas berupa seragam, ID Card Jukir dan alat parkir elektronik dan tetap memungut retribusi. Seperti halnya didepan Kantor BCA Panakukang, Terdapat rambu parkir tapi tetap ada Jukir Resmi dan ada pungutan.

“Ini telah dikoordinasikan, mengapa harus ada Jukir krn yakin dan percaya akan semakin semrawut dan tdk tertata jika tdk ada Jukir yg membantu menata di tempat tsb, “lanjutnya.

Untuk ruas jalan Mappanyukki, Kantor Balaikota, Toko Bintang Veteran, Toko Satu Sama, Jalan Sawerigading dan toko agung yang sudah memakai separuh badan jalan untuk dijadikan lahan parkir dan Jukirnya juga Jukir Resmi. Dimana hak sebagian masyarakat dipakai untuk dijadikan lahan parkir oleh Jukir dan tentunya PD. Parkir Makassar Raya.

“Utk jalan Balaikota Jukir yg bertugas di titik tsb resmi (Kantor Pos dan Lorong KB ) dan juga telah kami siapkan Kantong parkir sebagai solusi krn diruas jalan tsb merupakan daerah larangan parkir, “tambah Irhamsyah.

Belum lagi persoalan parkiran untuk minimarket seperti Alfa Mart dan juga Indomaret, dimana mereka telah membayarkan kewajiban mereka kepada Pemerintah Kota dalam hal ini Bapenda Kota Makassar untuk layanan parkir, malah disiapkan Jukir Resmi lengkap dengan legalitas dan identitas. 

Tentunya, kembali masyarakat atau konsumen minimarket tersebut yang kembali jadi sasaran empuk Jukir dengan tampang preman dan tanpa edukasi.

“Kalau Alfa Mart tidak berlangganan dengan Kami,Parkir Gratis yang mereka pasang itu berdasarkan Asumsi bahwa dia telah membayar Pajak ke Bapenda akan tetapi jika di Objek tersebut yang memang potensinya cukup besar dan kemungkinan sedikit rawan biasanya kepala toko yang memfasilitasi untuk di tempatkan Jukir sehingga Tanggung Jawab Kami utk melegalkan Jukir tersebut, untuk Indomaret Juga sifatnya Situasional karna indomaret telah berlangganan dengan Kami,rata-rata yg memiliki Jukir adl Outlet yg memang cukup padat,sehingga kami fasilitasi, “tutup Dirut PD Parkir Makassar Raya.

(*)