Iklan
📢 Pasang Iklan Anda Disini — Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Makassar

KKMB UINAM Turun ke Jalan, Tolak Kenaikan BBM Naik

×

KKMB UINAM Turun ke Jalan, Tolak Kenaikan BBM Naik

Sebarkan artikel ini
👁️ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. ✍️

MATA JURNALIS NEWS, Makassar – Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Universitas Islam Negeri Makassar menggelar aksi 𝙏𝙊𝙇𝘼𝙆 𝘽𝘽𝙈 𝙉𝘼𝙄𝙆, 𝘽𝘽𝙈 𝙉𝘼𝙄𝙆 𝙍𝘼𝙆𝙔𝘼𝙏 𝙈𝙀𝙉𝙅𝙀𝙍𝙄𝙏 titik aksi dimulai di depan kampus 1 UIN makassar hingga ke jalan A.P Pettarani, Rabu (7/9/2022).

Gerakan KKMB merupakan gerakan terkonsulidasi dan dilindungi Undang-Undang, yang tidak bisa di intervensi oleh pihak manapun dan tidak ditunggangi oleh pihak manapun.

“Menegaskan bahwa Siklus perekonomian dalam masalah ini adalah bahwa jika pembatasan BBM bersubsidi atau kenaikan harga BBM dilakukan,” teriak Jendral Lapangan, Ridwan dalam orasinya.

Lanjut dia, maka secara otomatis akan terjadi kenaikan biaya transportasi karena kendaraan yang menggunakan BBM bersubsidi sebagian besar digunakan untuk jasa usaha pengangkutan dan sejenisnya.

“Setelah naiknya biaya transportasi maka yang akan terjadi berikutnya adalah Inflasi berupa kenaikan harga-harga barang serta biaya jasa, yang juga berdampak pada menurunya daya beli masyarakat, kemudian turunnya permintaan, berlanjut ke menurunnya pendapatan atau pemasukan usaha,” lanjutnya.

Iklan

Tambah dia, akhirnya berujung pada gelombang pengangguran yang meningkat atau terjadi secara besar-besaran akibat pemecatan karyawan (PHK) serta tiadanya lapangan pekerjaan.

“Terjadinya PHK besar-besaran akibat inflansi naiknya BBM benar-benar membuat masyarakat memnjerit, apalagi penaikan bbm ini terjadi secara sepihak, sebagai mahasiswa kami sangat tercekik karena beban biaya yang harus di tanggung oleh orang tua meningkat karena bahan pokok meningkat di rumah, juga biaya kami sebagai anak rantau jelas meningkat,” lanjutnya.

Selain itu kembali diulang oleh Kordinator Mimbar bahwa kenaikan BBM ini menyiksa mahasiswa perantau karena takut membeli beras karena lebih memilih membeli bbm yang mahalnya sangat berat dikantong. (*)