MAKASSAR , Matajurnalisnews.com — Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum Sulawesi Selatan (GMPH Sulsel) menegaskan akan menggelar aksi akbar apabila Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan dinilai tidak serius dalam menangani dugaan kasus korupsi pengadaan bibit nanas yang terjadi di salah satu daerah di Sulsel.
Ketua GMPH Sulsel, Rayyan Saputra, dalam keterangannya kepada wartawan , menyatakan bahwa hingga saat ini belum terlihat langkah tegas dan transparan dari Kejati Sulsel dalam menuntaskan kasus tersebut.
“Kami melihat penanganan dugaan korupsi bibit nanas ini berjalan lamban. Padahal kasus ini menyangkut penggunaan anggaran negara dan berdampak langsung pada petani,” ujar Rayyan, pada Kamis, (29/1/26).
Menurut Rayyan, dugaan penyimpangan dalam pengadaan bibit nanas tersebut berpotensi merugikan keuangan negara dan mencederai rasa keadilan masyarakat, khususnya para petani yang seharusnya menerima manfaat dari program tersebut.
GMPH Sulsel, lanjut Rayyan, telah mengantongi sejumlah data dan temuan lapangan yang mengindikasikan adanya ketidaksesuaian dalam proses pengadaan, mulai dari kualitas bibit hingga dugaan mark-up anggaran.
“Kami mendesak Kejati Sulsel untuk segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang bertanggung jawab. Jika dalam waktu dekat tidak ada perkembangan signifikan, maka kami akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tegasnya.
Iya menambahkan, aksi akbar tersebut akan melibatkan berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil sebagai bentuk tekanan moral kepada aparat penegak hukum agar bertindak profesional dan bebas dari intervensi.
GMPH Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan berharap Kejati Sulsel dapat menunjukkan keseriusannya dalam menegakkan hukum serta memberantas praktik korupsi di Sulawesi Selatan.












