Makassar – Di dera isu tak sedap bahwa kepala sekolah SMP Negeri 13 Makassar menerima pungutan liar sebesar Rp.5.000.000 juta dari salah seorang orang tua siswa.
Drs. Ramli Mpd membantah isu tersebut dengan mengklarifikasi ke beberapa Media Online pada (8/7) di SMP Negeri 13 Makassar.
Menurut Drs.Ramli Mpd selaku Kepala UPT SMP Negeri 13 Makassar menjelaskan bahwa berita yang tersebar melalui media sosial ini tidaklah benar atau berita hoaks.
‘Saya juga heran bahwa isu ini muncul di tengah proses pendaftaran masih berlangsung dan menurut saya informasi ini tidak mendasar,” ungkapnya.
Lebih lanjut Drs Ramli Mpd menambahkan bahwa Menurut penjaga keamanan sekolah memang ada yang mengaku dari Media mau ketemu dengan kepsek namun dijawab oleh penjaga keamanan bahwa Pak Kepsek tidak berada di tempat, mungkin merasa kecewa di muat lah berita Bahwa ada pungli.
Iya menduga isu pungli bisa saja berasal dari oknum di luar sekolah yang memanfaatkan situasi pendaftaran.
” Untuk itu saya berharap kepada Masyarakat bisa lebih selektif menerima informasi dan tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa meloloskan siswa dengan imbalan uang, bebernya.” Bebernya.
Kepada rekan-rekan Media saya berharap pula untuk bisa membuat berita yang membangun dan sinergitas serta secara profesional dengan sekolah
” Marilah kita menjunjung adat Sipakainga Sipakalebbi,ucap Ramli.” Harapnya kepada para media.
Sekedar informasi kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa pendaftaran masih berjalan sesuai regulasi yang di berikan oleh pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kota Makassar, di SMP Negeri 13 membuka 11 Rombongan Belajar (Rombel) setiap Rombel di isi 32 orang siswa baru jadi total jumlah siswa yang akan diterima sebanyak 352 orang,terang Ramli.
Bahkan persoalan seragam sekolah kami dilarang menjual baju seragam, karena sudah ada bantuan dari pemerintah Kota Makassar melalui program seragam gratis yang dicanangkan oleh Walikota Makassar Munafri Arifuddin.


















