BARRU, Matajurnalisnews.com – Bahasa merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat. Meski seseorang dapat menyesuaikan bahasa ketika berada di lingkungan atau wilayah lain, ciri khas logat atau dialek sering kali tetap menjadi penanda asal-usul seseorang.
Hal tersebut disampaikan Faisyal Yunus, saat memberikan materi dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kabupaten Barru Tahun 2026, Rabu (4/11/2026).
Dalam pemaparannya, Faisyal menjelaskan bahwa proses adaptasi dengan lingkungan baru dapat memengaruhi cara seseorang berkomunikasi, termasuk penggunaan bahasa sehari-hari.
Namun, menurutnya, perubahan bahasa tidak serta-merta menghilangkan identitas daerah yang melekat pada diri seseorang.
“Jadi, bahasa itu bisa saja berubah ketika kita berada di wilayah orang lain. Akan tetapi, logat tidak akan sepenuhnya meninggalkan jejak bahwa kita berasal dari daerah mana,” ujar Faisyal di hadapan peserta Bimtek di Aula Dinas Perpustakaan Barru.
Ia mencontohkan masyarakat Jawa yang merantau ke daerah lain. Meskipun telah beradaptasi dan mampu menggunakan bahasa masyarakat setempat, ciri khas logat Jawa masih dapat dikenali ketika mereka berbicara.
“Jadi, logat itu bisa berubah ketika kita berada di wilayah orang lain. Namun, jika kita bukan orang asli dari daerah tersebut, biasanya akan tetap terlihat ciri khas yang menunjukkan bahwa kita berasal dari luar daerah itu,” bebernya.
Menurut Faisyal, bahasa dan logat merupakan bagian dari kekayaan budaya yang memiliki nilai identitas tersendiri bagi setiap daerah.
Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melupakan bahasa daerah masing-masing meskipun hidup di tengah perkembangan zaman dan berinteraksi dengan berbagai latar belakang budaya.
Melalui kegiatan Bimtek tersebut, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menggali, mendokumentasikan, serta mengangkat kekayaan budaya lokal melalui karya tulis.
” Bahasa daerah, logat, dan tradisi lisan menjadi bagian dari warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar identitas lokal tetap terjaga.” tutup Faisyal.
Wartawan: Abr, Editor: Aisyah











