Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kab. BarruPemerintahan

Study Tiru Penanganan Stunting, Pemkab Kutai Kartanegara Kunjungi Kabupaten Barru

14
×

Study Tiru Penanganan Stunting, Pemkab Kutai Kartanegara Kunjungi Kabupaten Barru

Sebarkan artikel ini

MATA JURNALIS NEWS, BARRU – Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh, M.Si didampingi Ketua TP PKK Kab. Barru drg. Hj. Hasnah Syam, MARS menerima rombongan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Lantai 5 Kantor Bupati Barru, Senin (05/06/2023).

Kedatatangan rombongan Pemkab Kutai Kartanegara tersebut dalam rangka kunjungan kerja study tiru penanganan dan pencegahan stunting.

Dalam sambutannya, Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh, M.Si sebelumnya mengucapkan selamat datang kepada Asisten dan rombongan dari Kutai Kartanegara.

“Pemerintah Kabupaten Barru melakukan berbagai akselerasi pembangunan dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di masyarakat, Salah satunya adalah masalah stunting”, Ucap Bupati Suardi Saleh.

Bupati Suardi Saleh yang dijuluki pemimpin tanpa sekat ini memberikan gambaran umum bahwa berdasarkan data SEGI (Studi Status Gizi Indonesia) pada tahun 2021 angka stunting di Kabupaten Barru sebesar 26,4% dan pada tahun 2022 angka prevelensi stunting di Kabupaten Barru turun menjadi 14,1% sehingga terjadi penurunan sebesar 12,3%. Ini merupakan angka penurunan yang paling tinggi di Sulawesi Selatan.

Dirinya menegaskan bahwa penurunan angka stunting ini terjadi karena adanya kolaborasi yang baik mulai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Barru dengan berbagai OPD Teknis yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (Tim TPPS). Hal ini tergambar dengan berbagai macama inovasi, dimana inovasi yang menjadi trigger (pemicu) adalah one day one egg (satu hari satu telur) yang di lakukan oleh Tim PKK Kabupaten Barru.

Dirinya menguraikan berbagai inovasi dari masing-masing OPD Teknis, yaitu Dinas PMD, PPKB, PPPAP yaitu “Pede Makessing” atau Pemerintah Desa dan Masyarakat Desa Cegah Kasus Stunting. Dinas PUPR “Cinta Pasti” atau Cegah Stunting Melalui Pengelolaan Sanitasi dan Air Bersih. Dinas Sosial “Mpok Darti” atau Kelompok Sadar Stunting. Dinas Pertanian dan Peternakan “Pepaya Matang”atau Pemanfaatan Pekarangan Sebagai Upaya Menurunkan Stunting. Dinas Kesehatan “Duta Parenting” atau Pemberdayaan Remaja Peduli Stunting).

Sementara itu Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kutai Kartanegara Ahmad Taufiq Hidayat, SIP, MM berterimakasih dan bangga disambut langsung oleh Bupati Barru dan Ibu Ketua TP PKK.

“Apa yang dijelaskan Bapak Bupati dan Ibu Ketua TP PPK bisa ditiru dan diimplementasikan dalam upaya penurunan stunting di Kutai Kartanegara”, Jelasnya.

(Ramzi/Hms)