Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Kab. Barru

Tuntut Keganjalan Beasiswa, Aliansi Mahasiswa Barru Gelar Aksi Unjuk Rasa

×

Tuntut Keganjalan Beasiswa, Aliansi Mahasiswa Barru Gelar Aksi Unjuk Rasa

Sebarkan artikel ini

MATA JURNALIS NEWS, BARRU – Aliansi Mahasiswa Barru Bersatu melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Barru, Senin (2/1/2023).

Beberapa lembaga pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam “Aliansi Mahasiswa Barru Bersatu” seperti Gappembar Komisariat 2 Barru, Gappembar Komisariat 3 Soppeng Riaja, Gappembar Komisariat 6 Balusu, Gappembar Komisariat UNM, Gappembar Komisariat Unismuh Makassar, dan Gappembar Komisariat Wilayah Pare-Pare melakukan aksi demonstrasi terkait pengadaan beasiswa tahun anggaran 2022 yang dinilai tidak transparan dan cacat prosedur.

“Mulai dari tahap awal pengurusan beasiswa sudah terdapat banyak keganjalan, salah satunya yaitu hasil pengumuman nama-nama penerima beasiswa yang dinyatakan lulus yang dikelurakan oleh Dinas Pendidikan berbeda dengan hasil pengumuman yang dikeluarkan oleh Kabag Kesra”, Ucap salah satu massa aksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

“Pada saat pengumuman pertama yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan terdapat banyak nama-nama penerima yang dinyatakan lulus tetapi kemudian dihilangkan namanya pada saat pengumuman kedua yang dikeluarkan oleh Kabag Kesra”, Lanjutnya.

Lanjut, “Dan yang menjadi salah satu persyaratan dalam pengurusan beasiswa ini adalah pembukaan rekening BPD dengan nominal seratus ribu rupiah sebelum mahasiswa dinyatakan lulus, sedangkan persyaratan itu tidak ada tercantum dalam Peraturan Bupati (PERBUB), Kan kasihan teman-teman yang sudah buka rekening tapi tidak lulus”.

Setelah beberapa jam melakukan aksi demonstrasi, massa aksi akhirnya ditemui langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Barru dan Kabag Kesra. Namun permintaan dari aliansi yang meminta agar pihak terkait menandatangani pernyataan sikap yang berisi tuntutan dari alinasi ditolak oleh Kabag Kesra.

Sebelum meninggalkan lokasi, massa aksi mengecam akan melakukan aksi lanjutan dengan membawa massa aksi yang jauh lebih banyak lagi apa bila tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Adapun yang menjadi tuntutan utama dalam aksi demonstrasi ini adalah :

1. Mengharuskan biaya ganti rugi pembukaan rekening bagi mahasiswa yang dihilangkan namanya.
2. Evaluasi kinerja Kabag Kesra pada tahapan penerimaan beasiswa Mahasiswa Barru tahun anggaran 2022 sebagai bahan rujukan dalam penerimaan beasiswa Mahasiswa Barru Tahun anggaran 2023.

Isu Turunan :

1. Pembukaan rekening BPD yang dijadikan persyaratan sebelum mahasiswa dinyatakan lulus yang dinilai merugikan mahasiswa dan menguntungkan pihak Bank.
2.Nominal yang diterima oleh kategori miskin dan kategori berprestasi yang sama dinilai tidak proporsional.
3.Penerimaan beasiswa mahasiswa Barru terkesan lambat dan sangat terburu-buru dalam setiap tahapan prosedur.
4. Kuota penerima dan nominal yang diterima dinilai tidak transparan pada saat tahapan pemberkasan berlangsung.

(Ramzi)