Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
HukumKab. Barru

Ini Kronologi Kasus Penumpang Ancam Sandera Anak Pengendara Mobil

28
×

Ini Kronologi Kasus Penumpang Ancam Sandera Anak Pengendara Mobil

Sebarkan artikel ini

MATA JURNALIS NEWS, BARRU – Berhati-hatilah saat berkendara jika terdapat penumpang yang anda tidak kenal, jangan pernah memberi tumpangan. Dimana salah satu supir bernama Syarifuddin nyaris menjadi korban pembunuhan dikarenakan kasihan kepada salah satu orang yang hendak meminta tumpangan kepadanya.

Dikonfirmasi Kasat Reskrim Barru Iptu Andri Kurniawan Mengatakan, menurut keterangan korban awalnya (supir) menggunakan mobil Daihatsu Grand Max warna putih DD 1614 MA dari arah Tanah Toraja menuju kota Makassar.

“Saat perjalanan anak perempuannya bernama AF (7) tiba tiba mules ingin buang air besar, akhirnya ia mampir di SPBU Bojo.” ujarnya Rabu (4/1) lewat Via Whatsapp.

Lanjut Andri, Namun setelah ia ingin kembali ke mobil datanglah seorang laki laki tiba tiba menahan mobil tersebut dan meminta tumpangan untuk menuju Makassar dikarenakan pelaku mengaku sebelumnya sudah berjalan kaki dari Pare-Pare ke SPBU Bojo karena tidak memiliki uang. 

“Karena merasa hibah, akhirnya sang supir memberi tumpangan kepada laki-laki tersebut. Namun pada saat dalam perjalanan laki-laki bercerita kepada sang supir bahwa katanya ia dari merantau di Malaysia dan hendak pulang ke kampungnya di di Flores NTT.” Jelasnya.

 Sesampainya di Kampung Coppeng-coppeng laki-laki bertanya kepada supir kenapa belum sampai-sampai di Makassar sehingga saya menjawab bahwa masih jauh perjalanan sampai di Makassar tiba tiba si penumpang tersebut marah dan merasa ditipu oleh supir sembari mengatakan kenapa cuman disini terputar-putar, tambanya.

“Setelah itu laki laki tersebut berdiri dari tempat duduknya sambil mengancam supir dengan mengatakan akan menyandera anaknya, spontan sopir tersebut berhenti mendadak dan membuat laki laki tersebut terjatuh,” tandasnya  

Lebih jauh ia jelaskan, setelah itu ia  menepi didepan sebuah warung salah satu warga, mengamankan anak perempuan AF kedalam warung tersebut. Akan tetapi laki laki tersebut juga ikut turun dari mobil yang ditinggalkan sopir lalu mengancam anaknya akan dilukai. 

“Tidak lama kemudian pemilik warung keluar akibat adanya keributan, namun pemilik warung malah mendapat perlawanan dari si penumpang tersebut bahkan hingga terluka, hingga akhirnya laki laki tersebut dihajar massa lalu diikat oleh warga, setelah itu warga melaporkan kejadian tersebut lalu laki laki tersebut dibawa ke puskesmas pekkae untuk mendapatkan perawatan medis akibat terpadat pukulan di bagian wajah” tandanya.

Ia juga mengatakan supir tersebut tidak ingin memperpanjang masalah, hingga akhirnya pria tersebut dipulangkan menggunakan mobil penumpang. 

“Setelah Lel Edison (Penumpang Mobil) mendapatkan perawatan medis, pria tersebut dipertemukan dengan supir UU untuk dimintai keterangan lalu, setelah itu kedua belah pihak sepakat untuk berdamai kemudian dibuatkan surat pernyataan damai bermaterai dan ditandatangani lalu pria tersebut dipulangkan menggunakan mobil penumpang menuju makassar.” Tutup kasat Reskrim Polres Barru. 

(Ramzi)