Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
News

Mappalili Menggambarkan Karakteristik Masyarakat Kabupaten Barru

24
×

Mappalili Menggambarkan Karakteristik Masyarakat Kabupaten Barru

Sebarkan artikel ini

MATA JURNALIS NEWS, BARRU – Mappalili merupakan acara ritual masyarakat Bugis Kabupaten Barru yang sudah menjadi tradisi setiap memulai turun sawah.

Hal ini diungkapkan Bupati Barru Suardi Saleh saat menghadiri prosesi memulai turun sawah atau Mappalili MT 2022/2023 dan MT 2023 tingkat Kecamatan Mallusetasi, di Desa Nepo. Rabu (14/11/2022)

Dikatakan Bupati, Mappalili juga memiliki sesuatu yang menggambarkan karakteristik dari masyarakat Barru sepenuhnya. Pada pelaksanaan pembangunan upacara Mappalili di setiap Kecamatan masih menggunakan beberapa peralatan yang digunakan sejak beberapa tahun lalu.

“Penggunaan peralatan harus melalui ritual adat yang melibatkan leade kustom, sosialita, dan beberapa pemerintah. Oleh karena itu, aktivitas upacara Mappalili di setiap kecamatan dapat berbeda sesuai dengan waktu dan jenis ritual pelaksanaannya”jelasnya.

Secara tegas Bupati menyampaikan komitmen bahwa kegiatan mappalili ini adalah kesepakatan antara para petani, baik turun sawah, parietas yang mau di tanam, dan waktu panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Barru Ahmad melaporkan, produksi pertanian yang dimiliki saat ini mengalami peningkatan yang signifikan.

“Masa tanam kita, yang mungkin bisanya kita menanam berdasarkan waktu masuknya musim penghujan, sekarang kita bisa lakukan masa tanam lebih awal, dan kita bisa laksanakan penanaman bisa 3 kali dalam satu tahun dan jangan lupa pilih parietas benih yang tahan air, sehinggah tanaman padi kita bisa tumbuh dengan baik,” Pungkasnya lalu mengajak untuk menjadikan acara mappalili ini yang terpenting adalah kebersamaan dan persaudaraan antara kelompok Tani di Desa Nepo.

Kepala Desa Nepo Mamma Husain mengatakan bahwa acara mappalilili ini adalah hasil budaya turun temurung dari nenek moyang kita, dan harus kita lestarikan.

(Indasari/Humas IKP)