Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Makassar

Camat Wajo Menerima Audiens Pengurus GMKI Komisariat Se UKIP Makassar, Dorong Program Pengelolaan Sampah

×

Camat Wajo Menerima Audiens Pengurus GMKI Komisariat Se UKIP Makassar, Dorong Program Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama Camat Wajo dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat se-UKIP Makassar. Jumat, (10/4/2026)
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ

MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Permasalahan sampah masih menjadi isu krusial di berbagai wilayah perkotaan, termasuk Kecamatan Wajo, Kota Makassar. Jumat (10/4/2026)

Peningkatan volume sampah yang tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan dari hulu ke hilir berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat se-UKIP Makassar menginisiasi program โ€œSampah Tanggung Bersamaโ€ (SARJANA). Program ini hadir sebagai bentuk sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Program SARJANA difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya para penggiat usaha rumah makan di Kecamatan Wajo. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi kasus, mahasiswa melakukan edukasi terkait pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Selain itu, program ini juga mendorong masyarakat untuk melihat sampah, khususnya anorganik, sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi melalui mekanisme penukaran.

Hasil pelaksanaan program menunjukkan dampak positif yang cukup signifikan. Dari sisi sosial, terjadi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Secara ekonomi, masyarakat mulai merasakan manfaat dari pengelolaan sampah yang dapat memberikan tambahan pendapatan.

Sementara itu, dari aspek lingkungan, volume sampah yang tidak terkelola mulai berkurang. Meski demikian, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan fasilitas pendukung, rendahnya tingkat partisipasi sebagian masyarakat, serta ketergantungan pada relawan dan mahasiswa menjadi kendala utama dalam pelaksanaan di lapangan.

Para penggagas program menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah berbasis komunitas sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, dukungan infrastruktur yang memadai, serta edukasi berkelanjutan agar program seperti SARJANA dapat berkembang secara mandiri dan berkelanjutan di masa depan.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan Kecamatan Wajo dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menerapkan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai sosial dan ekonomi bagi masyarakat.