Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Hukum

Iming-Iming Lolos Tes Polisi, Oknum Perwira Diduga Tipu Warga Rp748 Juta

×

Iming-Iming Lolos Tes Polisi, Oknum Perwira Diduga Tipu Warga Rp748 Juta

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi (dok ist)
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ

MAKASSAR, Matajurnalisnews.com โ€“ Kasus dugaan penipuan dengan modus meloloskan peserta dalam seleksi penerimaan anggota kepolisian mencuat di Kota Makassar. Seorang oknum anggota polisi berpangkat AKP berinisial Sahar diduga menipu seorang warga hingga mengalami kerugian mencapai Rp748 juta.

Meski yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 24 Desember 2025, hingga kini proses hukum kasus tersebut dinilai belum menunjukkan kepastian. Kondisi ini membuat keluarga korban merasa resah dan berharap adanya kejelasan dari pihak berwenang.

Salah satu keluarga korban, HS, yang merupakan paman dari calon peserta seleksi polisi tersebut, mengungkapkan bahwa keponakannya sebenarnya mengikuti tahapan seleksi secara resmi. Namun, ia dinyatakan gugur pada tahap pemeriksaan kesehatan.

Menurut HS, pada saat itu AKP Sahar yang diketahui bertugas sebagai Kanit di Ditreskrimsus disebut sering menawarkan bantuan untuk meloloskan peserta seleksi.

โ€œKeponakan saya ikut tes polisi, tapi gugur di tes kesehatan. Saat itu Pak Sahar beberapa kali menyampaikan kalau dia bisa membantu meloloskan,โ€ ungkap HS.

Karena percaya dengan janji tersebut, HS kemudian menghubungi Sahar. Saat itu, tersangka meminta sejumlah dokumen seperti kartu peserta tes dan berkas administrasi lainnya. Ia juga meyakinkan keluarga korban bahwa proses tersebut aman.

HS mengaku pada tahap awal diminta menyerahkan uang sebesar Rp735 juta secara tunai sebagai biaya untuk mengatur kelulusan.

โ€œDia bilang aman ini pak. Awalnya dia minta Rp735 juta dan saya serahkan secara tunai,โ€ jelasnya.

Namun setelah mendekati waktu pengumuman kelulusan pada 2 Juni, HS mulai merasa curiga. Pasalnya, tersangka kembali meminta sejumlah uang tambahan dengan berbagai alasan.

Ia menyebutkan tersangka meminta ukuran baju dinas polisi, nomor sepatu, serta uang tambahan sekitar Rp7 juta untuk pembelian seragam. Bahkan, tersangka juga meminta uang untuk pembelian tiket perjalanan.

โ€œDia minta nomor baju dinas, nomor sepatu, juga uang sekitar Rp7 juta untuk beli baju. Bahkan dia juga minta uang untuk tiket. Dari situ saya mulai curiga,โ€ katanya.

Kecurigaan tersebut semakin kuat ketika hingga kini tidak ada kejelasan mengenai kelulusan maupun pengembalian uang yang telah diberikan. Padahal, status tersangka terhadap AKP Sahar disebut telah ditetapkan sejak akhir tahun lalu.

โ€œKami hanya berharap ada kejelasan hukum dan uang kami bisa kembali,โ€ ujar HS.

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan kasus ini secara transparan dan memberikan kepastian hukum, termasuk menindak tegas pihak yang terlibat dalam dugaan penipuan tersebut.

Iklan