Kab. BarruNews

Air Tak Mengalir, Tagihan Tetap Menghantui! Pelanggan PDAM Barru Meradang

×

Air Tak Mengalir, Tagihan Tetap Menghantui! Pelanggan PDAM Barru Meradang

Sebarkan artikel ini
Direktur Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Waesai Barru Ahsan Jafar saat di temui diruang kerjannya, (foto MJN)
Direktur Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Waesai Barru Ahsan Jafar saat di temui diruang kerjannya, (foto MJN)
Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

BARRU, Matajurnalisnews.com –ย  Pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda Air Minum) Tirta Waesai Kabupaten Barru Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeluhkan warga.

Pasalnya, pelanggan mengeluhkan tidak adanya bantuan air bersih di tengah kesulitan mendapatkan pasokan air dari PDAM, sementara beban tetap dalam tagihan disebut masih terus berjalan.

Salah seorang pelanggan PDAM Barru, Palli, mengaku sempat meminta bantuan air bersih beberapa hari lalu. Namun, permintaan tersebut disebut tidak dapat dipenuhi dengan alasan kemarau.

“Beberapa hari lalu saya minta air dari PDAM Barru, tapi katanya tidak ada karena kemarau, padahal saya cuma mohon agar warga mendapatkan bantuan sebulan sekali,” ujar Palli kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).

Palli mempertanyakan kebijakan penagihan beban tetap ketika pelanggan mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

“Pas saya bayar, ternyata beban dan Denda tetap jalan. Enak dong PDAM dapat uang, sedangkan bantuan tidak ada,” tambahnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pelayanan kepada pelanggan, khususnya ketika pasokan air terganggu akibat musim kemarau.

Sementara itu, Direktur PDAM Barru, Ahsan Jafar, saat dikonfirmasi mengenai permintaan bantuan air bersih dari pelanggan, berbeda dengan apa yang dikatakan pelanggan.

“Bantuan Air bersih tetap ada tapi bantuan itu menggunakan armada dari BPBD dan Armada kelurahan, karena airnya itu dari PDAM ambil dari batu bessi.” Terangnya.

Lanjut dia katakan, dalam rangka penanggulangan ke wilayah terdampak bencana kekeringan dikoordinasikan selain BPBD, dan kelurahan.

“Penyalur air bersih juga ada dari DAMKAR, PMI, DHL, serta mobil Kel atau desa yang menggunakan tandon. Jadi kalau mau dilayani semua agak lambat, tapi klu mau cepat bawa Galon ke PDAM, tapi kalau mau diantarkan harus berdasarkan Antrian,” tutup Dirut PDAm Barru.

Wartawan: Red, Editor: Aisyah