Iklan
Kab. BarruPendidikan

10 Mahasiswa UNM Jalani KKN Literasi Selama 1 Bulan di Desa Lasitae Barru

×

10 Mahasiswa UNM Jalani KKN Literasi Selama 1 Bulan di Desa Lasitae Barru

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Desa Lasitae Yunus, didampingi Muhammad Tarik (Relawan Perpus), Abdul Kadir (Ketua BPD) , Ridho Akbar (Kordes UNM), Kepada Dusun/RT dan Peserta KKN UNM (Dok MJN)
Sekretaris Desa Lasitae Yunus, didampingi Muhammad Tarik (Relawan Perpus), Abdul Kadir (Ketua BPD) , Ridho Akbar (Kordes UNM), Kepada Dusun/RT dan Peserta KKN UNM (Dok MJN)
Ikuti Saluran WhatsApp Syadir Ali Dapatkan tulisan, renungan & informasi terbaru

BARRU, Matajurnalisnews.com – Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Tahun 2026 di Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Program KKN tersebut diawali dengan Seminar Program Kerja KKN Literasi yang digelar di Aula Desa Lasitae, pada Senin (14/9/2026).

Mahasiswa KKN tersebut rencananya akan mengabdikan diri selama tiga bulan dengan melaksanakan berbagai program kerja di SD Negeri 68 Barru khususnya yang berkaitan dengan peningkatan literasi dan pendidikan masyarakat.

Sekretaris Desa Lasitae, Yunus, menyambut baik kedatangan mahasiswa KKN UNM tersebut.

Ia mengatakan, kegiatan KKN yang dilaksanakan di Desa Lasitae bukanlah hal baru. Dirinya mengaku telah menghadiri kegiatan program KKN hingga puluhan kali sejak 2009.

“Alhamdulillah, saya menghadiri kegiatan program KKN ini sudah yang ke-93 kali. Hampir 100 kali, mulai tahun 2009 sampai sekarang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yunus juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Desa Lasitae yang belum sempat hadir karena sedang kurang sehat.

Menurutnya, program KKN Literasi sangat penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut menjalankan program, tetapi juga harus mampu berpikir dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.

“Secara umum, kalau kita berbicara literasi, kita disuruh berpikir. Bagaimana hal-hal yang tidak ada di desa kita bisa kita selesaikan,” kata Yunus didampingi Muhammad Tarik (Relawan Perpus), Abdul Kadir (Ketua BPD) dan Ridho Akbar (Kordes UNM)

Yunus berharap selama tiga bulan berada di Desa Lasitae, para mahasiswa dapat melahirkan berbagai karya dan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya berharap selama tiga bulan di sini ada program kerja kita untuk membuat karya-karya, agar meninggalkan sesuatu yang bisa dikenang oleh warga,” harapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar senantiasa menjaga nama baik almamater, keluarga dan diri masing-masing selama menjalankan KKN.

“Yang paling penting, jaga nama baik kampus dan keluarga selama di sini. Karena kalau kalian baik, insya Allah kami sambut lebih baik,” pesannya.

Yunus juga meminta mahasiswa tidak bekerja secara sendiri-sendiri. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar setiap program yang dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.

“Jangan kerja sendiri-sendiri, namun upayakan libatkan masyarakat, agar kebersamaan terlihat,” katanya.

Iklan

Lanjut Yunus, paling penting KKN Literasi Diharapkan Tinggalkan Karya selama disini.

“Jadi biar kalian sudah tidak ada namun karya Ade-ade selalu ada disini,” bebernya.

Program KKN Literasi UNM di Desa Lasitae mendapat respons positif dari pemerintah desa.

Kehadiran mahasiswa selama tiga bulan diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan literasi masyarakat.

Program tersebut juga dinilai menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami kondisi desa, sekaligus mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan.

Khususnya di lingkungan sekolah, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan menyenangkan bagi siswa.

Selain itu, program kerja yang dibuat mahasiswa diharapkan dapat melibatkan pemerintah desa, sekolah, pemuda dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Resmi Dibuka

Seminar Program Kerja KKN Literasi Tahun 2026 tersebut kemudian dibuka secara resmi.

Pembukaan ditandai dengan pengucapan basmalah sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan KKN Literasi mahasiswa UNM di Desa Lasitae.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, KKN Literasi Tahun 2026 resmi dibuka.”

 

Wartawan: Sandi, Editor: Aisyah