BARRU, Matajurnalisnews.com – Kapolsek Tanete Rilau, Iptu Mudaffar, memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Barru dalam kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Tahun Akademik 2026/2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Barru Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 10.15 Wita.
Dalam kesempatan tersebut, Iptu Mudaffar menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada mahasiswa baru, mulai dari keselamatan berlalu lintas, bijak menggunakan media sosial, menjaga pergaulan hingga bahaya penyalahgunaan narkotika.
Ia mengawali pembekalan dengan menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang mulai memasuki dunia perguruan tinggi.
“Selamat menempuh pendidikan dan memulai perjalanan baru sebagai seorang mahasiswa. Saya berharap adik-adik dapat menyelesaikan studi sesuai dengan jurusan yang telah dipilih dengan lancar, tepat waktu dan mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Iptu Mudaffar kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, kegiatan Mastama bukan sekadar agenda pengenalan lingkungan kampus. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan pola pikir mahasiswa.
Dirinya juga berharap mahasiswa baru mampu mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan hingga nantinya terjun ke tengah masyarakat.
Iptu Mudaffar juga memperkenalkan dirinya sebagai Kapolsek Tanete Rilau yang baru bertugas di wilayah tersebut sekitar satu bulan.
Ia menyebut keberadaan Universitas Muhammadiyah Barru merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tanete Rilau dan masuk dalam wilayah hukum Polsek Tanete Rilau.
“Selama menjalani proses pendidikan Strata Satu atau S1, kurang lebih empat tahun ke depan, kita tentunya akan saling berinteraksi, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Karena itu, ia mengajak pihak kampus dan mahasiswa untuk terus membangun sinergi, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ingatkan Mahasiswa Tertib Berlalu Lintas
Dalam pembekalannya, Iptu Mudaffar secara khusus mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas.
Ia meminta mahasiswa memastikan kelengkapan pribadi maupun kendaraan sebelum berkendara.
“Hal tersebut bukan hanya berkaitan dengan keselamatan diri kita sendiri, tetapi juga keselamatan orang lain,” jelasnya.
Selain lalu lintas, mahasiswa juga diminta bijak dalam menggunakan handphone, gadget dan media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi memiliki sisi positif dan negatif. Teknologi dapat memberikan manfaat apabila digunakan untuk hal-hal yang positif, namun dapat berdampak buruk jika disalahgunakan.
Waspada Pergaulan dan Narkoba
Iptu Mudaffar juga mengingatkan mahasiswa agar lebih selektif dalam memilih teman dan lingkungan pergaulan.
Menurutnya, status mahasiswa membuat seseorang mendapatkan kepercayaan dan kebebasan lebih besar dari orang tua. Namun, kondisi tersebut juga dapat membuat mahasiswa lebih mudah terpengaruh lingkungan.
“Pilihlah teman dan lingkungan pergaulan yang baik serta dapat memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan dan masa depan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjauhi narkotika dan obat-obatan terlarang.
“Jangan pernah mencoba narkotika atau obat-obatan terlarang. Jangan pernah memberikan toleransi terhadap ajakan dari siapa pun untuk mencoba barang-barang tersebut,” tegasnya.
Ia meminta mahasiswa tidak mudah tergiur dengan berbagai tawaran maupun modus baru penyalahgunaan narkotika.
Termasuk bagi mahasiswa yang menggunakan vape, ia mengimbau agar tidak sembarangan mencoba cairan yang tidak jelas asal-usul maupun kandungannya.
“Jangan mudah penasaran atau tertarik dengan tawaran produk yang tidak diketahui sumbernya. Saat ini peredaran narkotika terus berkembang dengan berbagai macam modus, sehingga kita harus selalu waspada,” katanya.
Mahasiswa Diminta Kritis, Tapi Tetap Santun
Di akhir pembekalan, Iptu Mudaffar mendorong mahasiswa untuk tetap kritis terhadap berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Menurutnya, kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu hal penting bagi mahasiswa, terlebih mahasiswa memiliki peran sebagai bagian dari kontrol sosial.
Namun, ia mengingatkan agar sikap kritis tetap disampaikan secara santun, beradab dan bertanggung jawab.
“Apabila mendapatkan suatu informasi, jangan langsung menganggap bahwa informasi tersebut pasti benar. Lakukan terlebih dahulu konfirmasi dan tabayyun. Cari sumber informasi yang jelas dan pastikan kebenarannya,” ujarnya.
Ia mengatakan mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
Namun, sebelum melakukan aksi atau menyampaikan aspirasi, mahasiswa diminta memastikan informasi yang dibawa benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai kita bergerak hanya berdasarkan isu atau informasi yang belum tentu kebenarannya. Apabila ingin menyampaikan kritik maupun aspirasi, lakukanlah dengan cara-cara yang baik, santun, tertib dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Ia berharap mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Barru dapat menjaga diri, menjaga pergaulan, serta menjaga nama baik keluarga dan kampus.
“Gunakan masa perkuliahan ini untuk menambah ilmu, membangun karakter, memperluas wawasan dan mempersiapkan masa depan,” pungkasnya.
Wartawan: Sandi, Editor: Aisyah











