Iklan
Kab. BarruNews

Kapolsek Tanete Rilau Tegur SPBU Garessi, Soroti Pengisian Jeriken Saat Truk Antre Berjam-jam

×

Kapolsek Tanete Rilau Tegur SPBU Garessi, Soroti Pengisian Jeriken Saat Truk Antre Berjam-jam

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi Petugas Tegur pihak SPBU
Foto Ilustrasi Petugas Tegur pihak SPBU

BARRU, Matajurnalisnews.com – Video yang memperlihatkan antrean panjang truk di SPBU Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), viral di media sosial TikTok melalui akun @hasra12396.

Dalam video tersebut tampak sejumlah truk mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM pada Jumat (24/7/2026).

Kondisi itu membuat Kapolsek Tanete Rilau, Iptu Muh. Yusran, turun tangan dan menegur pihak SPBU terkait pola pengisian BBM yang dinilai kurang memperhatikan kendaraan yang telah lama mengantre.

Menurut Yusran, pengisian BBM menggunakan jeriken seharusnya diselang-seling dengan kendaraan yang sudah berada dalam antrean agar seluruh pengguna mendapat kesempatan memperoleh BBM.

“Jangan semua dilayani jeriken. Kasih selang-seling dengan kendaraan yang antre supaya sopir yang sudah lama menunggu juga kebagian,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).

Ia mengaku kesal melihat para sopir harus menunggu berjam-jam, namun saat giliran mereka tiba stok BBM justru telah habis.

“Bagaimana saya tidak marah kalau seperti itu caranya. Kasih selang-selinglah jeriken milik nelayan dengan sopir yang antre, supaya mereka juga tidak terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Sementara itu, Pengawas SPBU Garessi, Aslan, membantah anggapan yang beredar dalam video bahwa stok BBM habis hanya setelah melayani tiga truk.

Saat ditemui wartawan, Minggu (26/7/2026), Aslan menjelaskan bahwa sebelum truk-truk yang terekam dalam video datang, sudah ada sejumlah kendaraan yang mengantre sejak malam dan telah lebih dahulu dilayani.

“Jadi jauh sebelumnya sudah ada truk yang bermalam dan kami isi. Setelah itu baru datang kendaraan lain mengantre. Saat mereka hendak mengisi, stok memang sudah habis,” kata Aslan.

Ia menegaskan seluruh proses pengisian tercatat dengan jelas, termasuk waktu mulai dan berakhirnya distribusi BBM.

“Bukti-buktinya jelas, ada catatan jam pengisian dan jam selesainya. Tidak mungkin hanya satu atau tiga mobil diisi lalu langsung habis,” ujarnya.

Terkait pengisian menggunakan jeriken milik nelayan, Aslan memastikan pihak SPBU akan melakukan evaluasi agar pelayanan lebih tertib dan tidak memicu antrean panjang seperti yang terjadi sebelumnya.

“Ke depan, terkait jeriken nelayan, kami akan menyesuaikan dengan kendaraan yang sedang mengantre agar kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi,” tutup Aslan.

Wartawan: Sandi, Editor: Aisya