Iklan
Kab. Barru

Sebut Anggaran Proyek Kampung Nelayan Habis, PPK: Pasir Laut Dipakai untuk Urukan

×

Sebut Anggaran Proyek Kampung Nelayan Habis, PPK: Pasir Laut Dipakai untuk Urukan

Sebarkan artikel ini
Lokasi 'pengambilan' pasir laut dalam proyek Kampung Nelayan di Barru
Lokasi 'pengambilan' pasir laut dalam proyek Kampung Nelayan di Barru

BARRU, Matajurnalisnews.com –  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan Sulawesi Selatan, Iswandi, memberikan klarifikasi terkait penggunaan pasir laut pada proyek Kampung Nelayan.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (24/7/26), Iswandi menjelaskan bahwa pekerjaan di lokasi proyek dilakukan dengan pengawasan setiap hari.

Menurutnya, pasir laut yang digunakan bukan untuk pekerjaan konstruksi sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), melainkan hanya dimanfaatkan untuk pemerataan atau urukan.

“Setiap hari ada kontrol. Pasir laut dijadikan untuk pemerataan saja,” ujar Iswandi.

Ia menegaskan bahwa dalam RAB proyek tidak terdapat item penggunaan pasir laut.

Namun, karena volume pekerjaan yang telah dianggarkan telah habis, pihak pelaksana memanfaatkan pasir laut yang tersedia di sekitar lokasi.

“Di RAB tidak ada menggunakan pasir laut. Tidak ada anggaran lagi karena volumenya sudah habis volumenya,” katanya.

Menurut Iswandi, pasir tersebut dimanfaatkan hanya untuk merapikan area proyek agar lebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Awalnya sudah ada pasir, jadi tidak ada salahnya kami manfaatkan. Kami juga gunakan hanya untuk urukan saja. Karena tidak ada lagi anggarannya, jadi kita manfaatkan pasir laut untuk merapikan area agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengklaim penggunaan pasir laut tersebut telah diketahui dan mendapat persetujuan dari masyarakat sekitar, termasuk kepala lingkungan.

“Masyarakat sekitar, kepala lingkungan, dan warga setuju untuk menggunakan pasir laut itu. Apa salahnya kalau kita pakai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dusun Ramli membantah pernyataan tersebut. Saat ditemui wartawan, Ramli mengaku tidak pernah mengetahui adanya pengambilan pasir laut di lokasi proyek.

“Kami tidak pernah mengetahui mengenai pengambilan pasir di sana dan tidak pernah juga ada sosialisasi tentang pasir itu yang digunakan,” kata Ramli.

Ramli juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima sosialisasi ataupun pemberitahuan terkait penggunaan pasir laut untuk kebutuhan proyek.

Di sisi lain, seorang nelayan yang berada di sekitar lokasi mengaku menyaksikan langsung proses pengambilan pasir laut.

Menurutnya, material tersebut diambil dari kawasan sekitar proyek dan digunakan untuk pekerjaan pondasi.

“Saya lihat sendiri pasir dari sini diambil. Untuk pondasi yang dekat dari sini, pasirnya diambil dari sini. Saya ada di lokasi waktu diambil, saya lihat langsung dimuat,” ungkap nelayan tersebut.

Wartawan: Redaksi, Editor: Aisya