MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru menekankan pentingnya penyusunan kisi-kisi soal yang berkualitas dan tidak lagi menggunakan pola lama yang cenderung berulang.
Hal itu disampaikan Dra Hj. Hilmah Latif Pengawas Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Faqihul Ilmi Makassar Sulsel pada Rabu, (22/4/26) siang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diingatkan agar tidak menyusun kisi-kisi secara apa adanya sebelum semester dimulai.
Guru didorong untuk mengembangkan kisi-kisi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), bukan sekadar Lower Order Thinking Skills (LOTS).
“Jangan buat kisi-kisi seperti lagu lama yang terus dipakai sampai sekarang. Harus ada pembaruan dan peningkatan kualitas,” ujar Hj. Hilmah dalam kegiatan tersebut.
Kisi-kisi soal disebut sebagai rancangan atau matriks yang menjadi dasar dalam penyusunan soal.
Fungsinya sangat penting agar soal yang dibuat sesuai dengan prosedur, mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), materi, indikator, hingga kompetensi yang ingin dicapai.
Selain itu, kata dia, penyusunan soal juga harus memperhatikan tingkat kesulitan.
“Setidaknya terdapat tiga kategori, yakni mudah, sedang, dan sulit, agar mampu mengukur kemampuan siswa secara menyeluruh.” jelasnya.
Dalam prosesnya, soal yang telah disusun wajib melalui tahap validasi. Hal ini untuk memastikan tidak ada penggunaan bahasa yang berulang, ambigu, maupun kesalahan teknis lainnya.
Pemateri juga menyinggung pentingnya metode pengukuran tingkat keberhasilan, seperti penggunaan degree of achievement dalam evaluasi hasil belajar siswa.
Tak hanya fokus pada aspek teknis, guru juga diingatkan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan menguasai kelas dengan baik.
“Kita harus bekerja keras untuk memperbaiki sekolah agar bisa bersaing dengan sekolah lainnya. Guru juga harus mampu menguasai kelas dan peka terhadap situasi yang terjadi,” terangnya.
Melalui bimtek ini, diharapkan para guru mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan evaluasi, sehingga berdampak pada peningkatan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.












