Iklan
📢 Pasang Iklan Anda Disini — Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
News

Dialoq Mahasiswa Unhas: Antara Memberi Keadilan atau Melindungi Kejahatan

×

Dialoq Mahasiswa Unhas: Antara Memberi Keadilan atau Melindungi Kejahatan

Sebarkan artikel ini
Dialog Mahasiswa Hukum UIM di Cafe inspirasi Unhas Makassar pada Senin, (13/4/26)
👁️ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. ✍️

MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Diskursus soal wajah penegakan hukum kembali mengemuka dalam bazar dialoq yang digelar Mahasiswa Hukum Universitas Islam Makassar (UIN) di Cafe Inspirasi, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (13/4/26).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memberi Keadilan atau Melindungi Kejahatan”

Forum ini menghadirkan mahasiswa dari berbagai fakultas hukum serta sejumlah organisasi kemahasiswaan yang terlibat aktif dalam perbincangan.

Diskusi berlangsung dinamis, menyoroti berbagai persoalan hukum yang dinilai masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.

Dalam pemaparannya, Dr. Marif Mansyur menekankan pentingnya mahasiswa hukum untuk tidak sekadar memahami teori, tetapi juga mampu membaca realitas penegakan hukum secara kritis.

“Mahasiswa hukum harus berani mempertanyakan, apakah hukum yang berjalan hari ini benar-benar menghadirkan keadilan atau justru memberi ruang bagi kejahatan untuk berlindung,” ujar Marif dalam diskusi tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa keadilan tidak hanya berhenti pada aspek formal, melainkan harus menyentuh rasa keadilan masyarakat.

“Hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Di situlah integritas penegak hukum dan peran kontrol dari mahasiswa menjadi sangat penting,” tambahnya.

Diskusi ini juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan pandangan kritis.

Sejumlah mahasiswa menyoroti kasus-kasus hukum yang dianggap tidak berpihak pada korban, serta perlunya reformasi dalam sistem penegakan hukum.

“Forum seperti ini penting agar mahasiswa tidak apatis. Kita harus terus mengawal agar hukum tidak disalahgunakan,” kata Firdaus salah satu peserta diskusi.

Kegiatan bazar dialoq ini diharapkan menjadi wadah refleksi sekaligus penguatan peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mendorong terciptanya sistem hukum yang adil dan berintegritas.