MALANG, Matajurnalisnews.com – Komitmen menjaga keutuhan bangsa terus digaungkan kalangan ulama. Salah satunya melalui gagasan pendirian Ikatan Himpunan Santri dan Alumni se-Nusantara (IHSAN), sebagai wadah pemersatu santri dan alumni pesantren di seluruh Indonesia.
Gagasan ini mengemuka dalam pertemuan sejumlah tokoh ulama dan alumni pesantren yang berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Salah satu penggagas, Imam Buchori Cholil atau yang akrab disapa Ra Imam, menyampaikan bahwa IHSAN diharapkan menjadi rumah bersama bagi santri dan alumni pesantren dalam memperkuat peran keumatan dan kebangsaan.
Ia menuturkan, ide tersebut berangkat dari pemikiran Muhammad Ali Cholil, yang melihat pentingnya konsolidasi kekuatan santri dalam menjaga stabilitas sosial dan moral bangsa.
“IHSAN ini kita ikhtiarkan sebagai wadah kebersamaan, untuk memperkuat peran santri dalam menjaga keutuhan NKRI serta merawat hubungan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan lembaga ini menjadi penting di tengah potensi gesekan sosial yang kerap terjadi, baik antar suku, agama, ras, maupun golongan (SARA).
Dengan adanya konsolidasi yang kuat, potensi konflik diharapkan dapat dicegah sejak dini.
Dalam diskusi tersebut, turut dibahas konsep gerakan yang akan diusung IHSAN, yakni mengedepankan langkah preventif, terencana, terukur, dan terprediksi (3T) dalam menjaga kondusivitas masyarakat.
Selain itu, IHSAN juga dirancang untuk memelopori kegiatan berskala nasional, seperti peringatan Hari Santri Nasional dan doa kebangsaan yang akan digelar di ratusan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Ra Imam menambahkan, dukungan terhadap pembentukan IHSAN terus mengalir dari para kiai, ulama, serta pengasuh pesantren di berbagai daerah.
“Banyak ulama dan pengasuh pesantren yang siap bergabung dan mendukung visi besar ini,” katanya kepada wartawan Minggu, (12/4/26) lewat via WhatsApp.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas tahapan pembentukan organisasi, mulai dari penyusunan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), proses legalitas melalui notaris, hingga pendaftaran kelembagaan di Kementerian Hukum.
Rencananya, deklarasi IHSAN akan digelar di wilayah Kalimantan dan dihadiri para ulama, pengasuh pesantren, serta tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Dengan lahirnya IHSAN, diharapkan peran santri dan alumni pesantren semakin terorganisir dalam menjaga nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin sekaligus memperkuat persatuan bangsa.












