GOWA, Matajurnalisnews.com – Forum Aktivis Mahasiswa Koordinator Gowa (FORMASI) angkat suara soal isu dugaan skandal yang menyeret Oknum Pejabat Kabupaten Gowa Sulsel Berinisial HT. Isu tersebut kini ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Oknum pejabat tersebut Dugaan kerap melakukan hubungan gelap dengan konsultan politik Berinisial B Alias O.
Hal itu terungkap setelah Salah satu mantan pegawai RJ berinisial NRL mengaku bahwa hubungan tersebut bukan sekadar isu liar, melainkan telah lama menjadi pembicaraan.
“Awalnya kami semua di RJ tidak percaya. Tapi setelah fakta-fakta mulai terlihat, sayapun kaget. Melihat Hubungan HT dengan O diduga sudah berlangsung sejak tahun 2021 hingga sekarang,” ungkap NRL kepada wartawan.
NRL menyebutkan bahwa hubungan tersebut bahkan sempat memicu konflik rumah tangga di pihak O.
Istri O yang diketahui bernama S disebut pernah meluapkan kemarahannya secara langsung kepada HT melalui sambungan telepon.
“Pernah ibu HT dimaki-maki oleh S setelah hubungan itu ketahuan. Waktu itu lewat telepon seluler milik salah satu pegawai RJ yang saat itu masih menjabat sebagai sopir pribadi,” katanya.
Tak hanya itu, NRL juga mengungkapkan bahwa HT kerap keluar dari RJ secara diam-diam untuk menemui O tanpa didampingi pengawal.
“HT sering keluar diam-diam tanpa aspri dan pengawal. Setelah isu ini makin ramai, sempat juga terjadi insiden penggerebekan di RJ sebelum para ADC ditarik,” terangnya.
Sedangkan Ketua FORMASI Gowa, Bung Dani, menilai pemerintah daerah tak boleh diam dan membiarkan polemik berkembang tanpa kejelasan.
“Kalau pemerintah diam, spekulasi publik makin liar. Ini sudah bukan soal pribadi lagi, tapi menyangkut kepercayaan masyarakat,” tegasnya pada kepada wartawan pada Rabu, (25/3/2026).
Menurut Bung Dani, jabatan publik punya tanggung jawab moral. Saat muncul isu yang mencoreng nama pejabat, pemerintah wajib memberikan penjelasan secara terbuka.
“Jangan cuma bantahan sepihak. Publik butuh penjelasan yang jelas dan transparan,” jelasnya.
,Dani juga mengingatkan, polemik ini bisa berdampak pada nama baik Kabupaten Gowa.
“Gowa punya sejarah dan kehormatan. Jangan sampai rusak karena isu yang tidak jelas ujungnya,” katanya.
Tak hanya itu, Dani, juga menyentil pemerintah yang dinilai lebih sibuk mengendalikan opini dibanding menyelesaikan persoalan.
“Publik butuh kejelasan, bukan pengalihan isu. Kalau tidak benar, buktikan. Kalau ada masalah, selesaikan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, krisis kepercayaan publik adalah ancaman serius bagi pemerintahan. Karena itu, langkah cepat dan terbuka sangat dibutuhkan.
Sebagai bentuk sikap, FORMASI Gowa juga akan menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat.
“Aksi ini bukan cuma soal satu isu, tapi akumulasi kekecewaan masyarakat. Kami akan turun ke jalan,” tegas Dani.
Mereka memastikan aksi dilakukan secara terbuka dan sesuai aturan, dengan membawa tuntutan yang jelas.
Di akhir pernyataan, FORMASI mendesak pemerintah segera memberikan klarifikasi resmi agar isu ini tidak terus berkembang.
“Kepercayaan publik itu dasar pemerintahan. Kalau itu hilang, yang tersisa hanya krisis,” tutup Ketua FORMASI Gowa.












