Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Kab. Barru

Bupati Barru Luncurkan Gerakan Tanam Cabai ASN untuk Kendalikan Inflasi

×

Bupati Barru Luncurkan Gerakan Tanam Cabai ASN untuk Kendalikan Inflasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari meninjau bibit cabai pada peluncuran Gerakan Tanam Cabai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Daerah Barru, Sulawesi Selatan, Rabu (11/3/2026).
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ

BARRU, Matajurnalisnews.com โ€” Pemerintah Kabupaten Barru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) resmi meluncurkan Gerakan Tanam Cabai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Barru.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari dan berlangsung di Halaman Kantor Daerah Barru Sulsel, pada Rabu (11/3/2026).

Program ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menekan laju inflasi, khususnya pada komoditas cabai yang sering menjadi penyumbang inflasi karena harganya sangat fluktuatif.

Gerakan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Barru tentang Gerakan ASN Menanam Cabai di Kabupaten Barru.

Melalui program ini, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru akan mendistribusikan bibit cabai kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ditanam di pekarangan kantor masing-masing.

Dalam sambutannya, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengatakan bahwa cabai kerap menjadi salah satu pemicu inflasi daerah akibat tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan ketersediaan pasokan.

โ€œGerakan tanam cabai ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam mengendalikan inflasi. Banyak lahan kosong di lingkungan perkantoran yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan produktif,โ€ ujarnya.

Dia juga mengajak seluruh ASN menjadikan kegiatan menanam cabai sebagai aktivitas produktif yang bernilai ekonomis.

Selain itu, para kepala OPD dan camat diminta aktif memantau pelaksanaan gerakan tersebut agar berjalan optimal.

Menurutnya, jika penanaman dilakukan secara serius, dalam waktu sekitar tiga bulan cabai sudah dapat dipanen dan dimanfaatkan oleh ASN maupun masyarakat.

Sementara itu, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Barru menyatakan siap mendukung program tersebut melalui penyediaan bibit cabai serta pendampingan teknis bagi OPD yang melakukan penanaman.

Saat ini, pengembangan tanaman cabai di Kabupaten Barru tercatat telah mencapai sekitar 131 ribu populasi tanaman yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai wilayah.

Pemerintah Kabupaten Barru berharap gerakan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif sekaligus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah.

Iklan