BULUKUMBA, Matajurnalisnews.com – Di tengah medan berbatu dan terjal, prajurit TNI bersama warga bahu-membahu merintis jalan penghubung antara Desa Ara dan Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026.
Jalan yang sebelumnya hanya berupa jalur setapak dan sulit dilalui kini mulai terbuka sebagai akses baru bagi masyarakat. Proses perintisan dilakukan menggunakan peralatan manual dengan dukungan alat berat guna mempercepat pekerjaan.
Meski menghadapi kontur tanah berbatu karang yang keras dan medan berliku, para prajurit tetap bekerja sejak pagi hingga sore hari bersama warga dalam semangat gotong royong.
Program TMMD kali ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan. Kehadiran jalan penghubung tersebut diyakini akan memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antar desa di Kecamatan Bonto Bahari.
Komandan Kodim 1411/Bulukumba, Letkol Inf Sarman, menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
“Jalan ini adalah simbol kerja bersama. Apa yang kami bangun hari ini akan dinikmati oleh generasi mendatang,” ujarnya.
Secara regulasi, kegiatan TMMD memiliki dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pada Pasal 7 ayat (2) huruf b disebutkan bahwa salah satu tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah membantu pemerintah daerah dalam pembangunan serta pemberdayaan wilayah.
Program TMMD merupakan bentuk sinergi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam rangka pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah terpencil.
Perintisan jalan Desa Ara–Lembanna bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur, melainkan simbol pengabdian dan tekad bersama untuk membuka akses, menghadirkan kemajuan, serta membangun masa depan yang lebih baik dari desa.
TMMD Ke-127 di Bonto Bahari menjadi bukti bahwa ketika semangat juang menyatu dengan kebutuhan rakyat, tidak ada medan yang terlalu berat untuk ditaklukkan. Dari desa, pembangunan Indonesia terus bergerak maju.















