MAKASSAR, Matajurnalisnews.com โ Dugaan aksi pengeroyokan terhadap dua remaja di Kompleks Tabaria, tepatnya di Blok G, kawasan lapangan bola, Kota Makassar Sulsel, berujung laporan polisi.
Dua korban masing-masing berinisial MZ (15) dan MF (14) diduga menjadi sasaran pengeroyokan sekelompok remaja yang disebut-sebut berasal dari SMP Negeri 26 Makassar.
Akibat kejadian tersebut, MZ mengalami luka berlubang pada bagian pipi kanan setelah diduga dipukul menggunakan kunci motor. Sementara MF mengalami luka pada bagian telinga sebelah kiri.
Orang tua korban, Amir Kadir, telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Makassar.
Laporan itu tercatat dengan Nomor LP/B/2904/XI/2026/SPKT/POLRESTABES MAKASSAR/POLDA SULAWESI SELATAN.
MZ (15), anak dari Amir Kadir, menceritakan kejadian tersebut bermula saat dirinya pulang dari sekolah.
Ia kemudian membeli es teh madu sebelum menuju Kompleks Tabaria, Blok G, untuk duduk bersama teman-teman sekelasnya di bawah pohon dekat lapangan bola.
Namun, suasana tiba-tiba berubah ketika sekitar 10 sepeda motor yang ditumpangi sejumlah remaja datang ke lokasi.
Menurut MZ, mereka datang secara berboncengan tiga hingga empat orang dalam satu sepeda motor.
Setibanya di lokasi, rombongan tersebut langsung mendatangi dan mengerumuni dirinya.
Awalnya, salah seorang dari mereka sempat menanyakan sesuatu kepada MZ. Namun, secara tiba-tiba, salah seorang lainnya diduga langsung memukulnya dari arah belakang.
“Saya awalnya hanya duduk bersama teman-teman. Tiba-tiba mereka datang sekitar 10 motor dan langsung mengerumuni saya. Ada yang bertanya, tetapi tiba-tiba salah seorang dari mereka langsung memukul saya dari belakang,” ungkap MZ kepada Matajurnalisnews.com Kamis, (5/11/2026).
Ia mengaku, setelah berbalik, sejumlah orang langsung mengeroyoknya secara bersamaan.
Bahkan, salah seorang di antaranya diduga menggunakan kunci motor untuk memukul bagian pipi kanan hingga mengalami luka berlubang.
“Saya dipukul menggunakan kunci motor di bagian pipi kanan. Saat saya mau lari, saya ditendang sampai jatuh. Setelah berdiri, motor saya juga ditendang lagi. Karena takut dan tidak bisa melawan, saya langsung lari ke sekolah,” tuturnya.
Tak hanya MZ, sepupunya, MF (14), juga disebut menjadi korban pemukulan menggunakan kunci motor pada bagian telinga sebelah kiri.
Sementara itu, Amir Kadir selaku orang tua korban mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa anak dan keponakannya tersebut.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengusut dugaan pengeroyokan tersebut dan mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat.
“Sebagai orang tua, tentu saya sangat prihatin. Anak saya masih berusia 15 tahun, sementara sepupunya juga baru 14 tahun. Mereka seharusnya bisa beraktivitas dengan aman, bukan justru menjadi korban kekerasan,” ungkap Amir Kadir.
Karena itu, pihak keluarga memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar.
“Kami berharap polisi segera menindaklanjuti laporan ini, mengungkap siapa saja yang terlibat, dan memberikan keadilan bagi anak-anak kami,” tegasnya.
Keluarga korban berharap kasus tersebut mendapat perhatian serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang, khususnya di kalangan pelajar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polrestabes Makassar maupun SMP Negeri 26 Makassar terkait dugaan pengeroyokan tersebut.
Wartawan: Red, Editor: Aisyah











