Kab. Barru

Jalan Rusak 28 Tahun, Warga Lalabata Patungan Cor Akses Dusun

×

Jalan Rusak 28 Tahun, Warga Lalabata Patungan Cor Akses Dusun

Sebarkan artikel ini
Warga Dusun Lalabata, Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), perbaiki jalan rusak (dok tim red)

BARRU, Matajurnalisnews.com – Warga Dusun Lalabata, Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya turun tangan memperbaiki jalan rusak yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.

Tanpa menunggu bantuan pemerintah, warga bersama Pemerintah Desa, lembaga desa, dan para Ketua RT bergotong royong melakukan perbaikan jalan penghubung tiga dusun menuju jalan provinsi, Rabu (10/6/2026).

Jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga. Selain menjadi akses transportasi sehari-hari, jalan itu juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil pertanian dan berbagai komoditas masyarakat.

Namun kondisinya sudah lama memprihatinkan. Lubang besar terlihat di sejumlah titik dan sering membahayakan pengendara yang melintas.

Kepala Desa Bungi, Aris Tahir, saat dikonfirmasi mengatakan kerusakan jalan tersebut telah lama menjadi keluhan warga.

Menurutnya, banyak kendaraan mengalami kerusakan akibat kondisi jalan yang semakin memburuk.

“Jalan ini sudah sangat parah. Lubangnya cukup dalam dan sering menyebabkan kendaraan warga rusak saat melintas,” kata Aris kepada wartawan Kamis, (11/6/26).

Lanjut Haris, Karena tak kunjung diperbaiki, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya.

“Pekerjaan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan paling parah.” tambahnya.

Selanjutnya, jalan akan dicor agar lebih kuat dan aman digunakan masyarakat.

“Semangat gotong royong warga pun terlihat begitu tinggi.” bebernya.

Ia juga katakan, Masyarakat tidak hanya menyumbangkan tenaga, tetapi juga material yang dibutuhkan selama proses perbaikan.

” Ada yang menyumbang semen. Ada yang menyediakan pasir.” terangnya.

Bahkan menurutnya, ada warga yang meminjamkan mesin molen untuk membantu proses pengecoran.

“Semua ini dilakukan secara gotong royong. Warga sangat antusias karena jalan ini memang menjadi kebutuhan bersama,” ucap Haris.

Aris juga menjelaskan, jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang perekonomian warga.

Lebih jauh Haris katakan, Setiap hari hasil pertanian dan berbagai komoditas masyarakat diangkut melalui jalur itu menuju pasar dan pusat perdagangan.

Jika jalan rusak, distribusi hasil panen menjadi terhambat.

Biaya transportasi pun ikut meningkat.

Yang lebih memprihatinkan, berdasarkan keterangan warga, jalan tersebut belum pernah mendapat perbaikan sejak tahun 1998.

Artinya, hampir 28 tahun masyarakat harus menggunakan jalan dengan kondisi rusak.

Meski kini diperbaiki secara swadaya, Pemerintah Desa berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian.

Menurut Aris, jalan tersebut bukan sekadar penghubung antar dusun, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi agar jalan ini bisa diperbaiki secara permanen dan lebih layak digunakan masyarakat,” harapnya.

Bagi warga Lalabata, jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan berkendara.

“Lebih dari itu, jalan yang layak menjadi harapan untuk memperlancar aktivitas, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” tutup Haris.