BARRU, Matajurnalisnews.com – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari resmi melepas 164 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Barru untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Baruga Singkerru Ada’e, Rabu (6/5/26).
Pelepasan jamaah berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Bupati Barru Abustan Andi Bintang, unsur Forkopimda, Kantor Kementerian Agama Barru, pimpinan OPD, tenaga kesehatan, petugas haji hingga keluarga jamaah.
Dalam sambutannya, Andi Ina menyebut para calon haji merupakan orang-orang pilihan yang mendapat kesempatan memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. Karena itu, kami berharap seluruh jamaah dapat memanfaatkan ibadah ini dengan sebaik-baiknya,” kata Andi Ina kepada wartawan.
Ia juga meminta para jamaah menjaga kesehatan dan kekompakan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar.
Pemerintah Kabupaten Barru, kata dia, juga menitipkan para jamaah kepada seluruh petugas kloter agar memberikan pelayanan maksimal selama proses ibadah haji berlangsung.
“Kami berharap seluruh petugas dapat mendampingi jamaah dengan baik, memperhatikan kebutuhan mereka, dan memastikan jamaah tetap dalam kondisi aman serta sehat,” ujarnya.
Sebanyak 164 jamaah calon haji Barru terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter 26 berjumlah lima orang dan dijadwalkan berangkat pada Jumat, 8 Mei 2026. Mereka akan bergabung dengan jamaah asal Maros, Pangkep, Maluku dan Papua Barat.
Sementara Kloter 37 yang berjumlah 159 orang dijadwalkan bertolak pada Ahad, 17 Mei 2026, bersama jamaah dari Kabupaten Gowa, Maros dan Kota Makassar.
Adapun petugas kloter asal Barru terdiri dari Ketua Kloter Ayu Wahyuni Bachri, Pembimbing Ibadah H. Husni Abbas, dokter kloter dr. Sry Rahayu, perawat Suwani, S.Kep, TPHD Muh. Ikbal dan Fitriah Idris, serta KBIHU Hj. Aisyah Andarias Sulaiman.
Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan kartu identitas kepada perwakilan jamaah dan penyerahan bendera Merah Putih oleh Bupati Barru kepada pembimbing ibadah untuk dibawa ke Tanah Suci.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh jamaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.













