Iklan
📢 Pasang Iklan Anda Disini — Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Kab. Barru

Pemkab Barru Percepat Penataan Pasar Mattirowalie Jelang Peluncuran Transaksi Digital QRIS

×

Pemkab Barru Percepat Penataan Pasar Mattirowalie Jelang Peluncuran Transaksi Digital QRIS

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Barru bersama Plh Sekretaris Daerah, didampingi jajaran OPD, petugas pasar, serta perwakilan Bank Sulselbar dan Bank Indonesia, meninjau langsung aktivitas pedagang di Pasar Mattirowalie, Jalan AP Pettarani, Kamis (23/4/2026), dalam rangka percepatan penataan pasar dan persiapan peluncuran transaksi non-tunai berbasis QRIS.
👁️ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. ✍️

BARRU, Matajurnalisnews.com  — Pemerintah Kabupaten Barru mempercepat penataan Pasar Mattirowalie menjelang peluncuran sistem transaksi non-tunai berbasis QRIS.

Wakil Bupati Barru bersama Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah melakukan peninjauan langsung ke area pasar di Jalan AP Pettarani, Kamis (23/4/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kasatpol PP, petugas pasar, UPTD Pasar dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, serta perwakilan Bank Sulselbar dan Bank Indonesia.

Dalam peninjauan itu, rombongan memfokuskan perhatian pada kondisi los dan kios, terutama yang masih kosong atau belum dimanfaatkan secara optimal.

Pemerintah daerah mendorong percepatan pengisian los agar aktivitas perdagangan semakin meningkat sekaligus menghindari terbengkalainya aset daerah.

Wakil Bupati Barru menegaskan pentingnya ketegasan pemerintah dalam mengelola pasar, tanpa mengabaikan prinsip keadilan bagi masyarakat.

“Pemerintah tidak boleh kalah dengan kondisi di lapangan, tetapi tetap harus adil. Ini milik bersama, bukan milik perorangan,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya kebijakan yang adaptif, termasuk memberi kesempatan kepada pedagang baru untuk menempati los kosong tanpa terbebani tunggakan dari penyewa sebelumnya.

Menurutnya, tunggakan tetap menjadi tanggung jawab penyewa lama dan tidak boleh menghambat masuknya pelaku usaha baru.

“Yang ingin masuk silakan mulai berusaha. Pembayaran disesuaikan sejak awal masuk. Jangan sampai aset kita terbengkalai hanya karena persoalan lama,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut optimalisasi pemanfaatan los pasar akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) serta menggeliatnya ekonomi masyarakat.

Selain penataan fisik, pemerintah juga mempersiapkan peluncuran transaksi digital QRIS yang didukung Bank Sulselbar dan Bank Indonesia.

Sistem pembayaran ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta keamanan dalam transaksi di pasar tradisional.

“Dengan kombinasi digitalisasi dan penataan fasilitas, Pemkab Barru optimistis Pasar Mattirowalie akan berkembang menjadi pusat ekonomi rakyat yang lebih modern, tertib, dan berdaya saing.” Tandasnya