MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Sekelompok pemuda yang melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat di Kota Makassar diduga mendapat perlakuan arogan dari oknum anggota Satuan Sabhara Polrestabes Makassar pada Minggu (15/3/2026).
Kegiatan yang digelar oleh salah satu organisasi pemuda tersebut merupakan agenda sosial yang rutin dilakukan pada bulan suci Ramadan. Dalam kegiatan itu, para pemuda membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat yang melintas sebagai bentuk kepedulian sosial.
Pada awal pelaksanaan, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif tanpa adanya kericuhan. Namun di tengah kegiatan, beberapa oknum yang diduga anggota Satuan Sabhara Polrestabes Makassar tiba-tiba melakukan pencegatan terhadap para pemuda yang terlibat dalam aksi sosial tersebut.
Menurut keterangan sejumlah peserta kegiatan, tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat tersebut dinilai bersifat arogan. Beberapa pemuda mengaku mengalami tindakan pemukulan yang menyebabkan luka robek di bagian tubuh mereka.
Selain itu, sejumlah kendaraan bermotor milik peserta kegiatan juga dilaporkan mengalami kerusakan. Para pemuda juga menyebut adanya penggunaan kata-kata yang tidak pantas dari oknum aparat yang dinilai menimbulkan ketakutan di antara peserta kegiatan.
Peristiwa tersebut dinilai para pemuda sebagai tindakan yang mencederai semangat kegiatan sosial yang mereka lakukan di bulan Ramadan.
Di sisi lain, beredar informasi di media sosial, khususnya melalui platform Instagram, yang menyebut bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan Sahur On The Road (SOTR).
Namun para pemuda menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan dinilai sebagai penggiringan opini publik yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Mereka menegaskan bahwa kegiatan yang dilakukan murni merupakan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat dan tidak berkaitan dengan aktivitas Sahur On The Road sebagaimana yang beredar di media sosial.
Atas kejadian tersebut, organisasi pemuda yang bersangkutan menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk kekecewaan sekaligus meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban dari pihak terkait.
Mereka juga berencana meminta penjelasan langsung kepada pihak Polrestabes Makassar, khususnya Kasat Sabhara, terkait dugaan tindakan oknum serta informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin saat dikonfirmasi Senin, (16/3/26) mengatakan Tidak mungkin aparat kepolisian membubarkan kegiatan pembagian takjil kepada masyarakat.
“Yang dibubarkan oleh anggota di lapangan adalah konvoi sepeda motor yang mengganggu masyarakat yang sedang melaksanakan salat Magrib.” Jelasnya.
Lanjut dia katakan, Mereka menggeber-geber sepeda motor dengan menggunakan knalpot brong sehingga menimbulkan kebisingan dan mengganggu ketertiban.
“Kepolisian pada prinsipnya mendukung kegiatan sosial seperti pembagian takjil selama dilaksanakan dengan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.” Tegasnya.













