Iklan
Iklan
Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Politik

F-KRB: Klaim Andi Sudirman Soal Pengangguran di Makassar Dinilai Hoax

×

F-KRB: Klaim Andi Sudirman Soal Pengangguran di Makassar Dinilai Hoax

Sebarkan artikel ini
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ

MATA JURNALIS NEWS, SULSEL – Forum Koalisi Rakyat Bersatu (F-KRB) menyoroti pernyataan Calon Gubernur Sulsel nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman, yang mengklaim angka pengangguran di Kota Makassar naik menjadi 13 persen.

Ketua F-KRB, Darwis, menyatakan bahwa Andi Sudirman mengutip data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulsel, namun diduga memanipulasi angka pengangguran untuk Makassar.

โ€œDia menyebut pengangguran di Kota Makassar mencapai 13 persen, sementara angka sebenarnya pada tahun 2022 adalah 11,82 persen, yang kemudian turun menjadi 10,60 persen pada tahun 2023,โ€ tegas Darwis dalam keterangannya, Jumat (1/11/2024).

Darwis menegaskan bahwa pernyataan Andi Sudirman sangat jauh dari fakta yang ada.

โ€œIni bisa dianggap sebagai upaya untuk merekayasa persepsi publik mengenai situasi pengangguran di Sulsel,โ€ ungkapnya.

Sebagai calon pemimpin, kata Darwis, Andi Sudirman seharusnya menyampaikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

โ€œMasyarakat diharapkan lebih kritis dalam menganalisis informasi yang disampaikan oleh para calon pemimpin mereka menjelang Pemilihan Gubernur 2024,โ€ pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam debat Pilgub Sulsel yang berlangsung pada Senin (28/10/2024), Calon Gubernur Sulsel lainnya, Danny Pomanto, juga menyampaikan keheranannya terhadap pernyataan Andi Sudirman yang menyebut angka kemiskinan di Sulsel menurun.

โ€œDi statistik, kita bisa lihat bahwa 2022 8,63, kemudian di 2023 8,70. Jadi, saya kira tidak tepat jika dibilang turun,โ€ jelas Danny.

Danny juga menyoroti kenaikan angka pengangguran di Sulsel yang berdampak pada daerah. Namun, dia menekankan bahwa angka pengangguran di Kota Makassar, di bawah kepemimpinannya, justru mengalami penurunan.

โ€œKota Makassar menunjukkan penurunan angka pengangguran,โ€ ungkapnya.

Menurut Danny, untuk mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, perlu adanya penguatan sistem kelembagaan mulai dari tingkat desa.

โ€œKita harus melibatkan semua perangkat desa, lurah, dan RT/RW untuk mengatasi masalah ini. Jika semua bekerja sama dan memantau situasi di pelosok, kita dapat mengantisipasi peningkatan kemiskinan,โ€ tegas Danny.

Andi Sudirman, ketika diberi kesempatan untuk menanggapi, menegaskan bahwa data BPS menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Sulsel.

โ€œKalau kita lihat data kemiskinan BPS, pada 2021 angka kemiskinan 8,78, dan turun menjadi 8,66 pada 2022. Ini menunjukkan tren penurunan,โ€ kata Andi Sudirman.

Dia juga memaparkan data pengangguran di Sulsel selama masa jabatannya, mengklaim bahwa angka pengangguran menurun.

โ€œPengangguran kita 5,4 persen di tahun 2023, turun dari 5,7 persen pada tahun 2021. Untuk kota, dia sebut 13 persen, sementara data kami mencatat 5,13 persen,โ€ ungkapnya.

Iklan