Iklan
MakassarNews

SIT Al-Fatih Makassar Resmi Buka PPDB 2027/2028, Siapkan Generasi Berkarakter Qurani

×

SIT Al-Fatih Makassar Resmi Buka PPDB 2027/2028, Siapkan Generasi Berkarakter Qurani

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama SIT Al-Fatih Dr. Peni Setyowati bersama jajaran pimpinan dan panitia saat kegiatan soft launching dan pembukaan PPDB SIT Al-Fatih tahun ajaran 2027/2028 di Makassar.
Direktur Utama SIT Al-Fatih Dr. Peni Setyowati bersama jajaran pimpinan dan panitia saat kegiatan soft launching dan pembukaan PPDB SIT Al-Fatih tahun ajaran 2027/2028 di Makassar.

MAKASSAR, Matajurnalisnews.com โ€” Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al-Fatih melakukan soft launching sekaligus membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2027/2028. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Theater Poltekkes Makassar, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan soft launching Yayasan Muhammad Al-Fatih tersebut dihadiri Direktur Utama SIT Al-Fatih, Dr. Peni Setyowati, S.Si., M.Si., MCPC, seluruh kepala sekolah dari berbagai unit, serta tenaga pendidik di lingkungan yayasan.

Ketua Panitia Soft Launching SIT Al-Fatih, Andi Agus, S.Pd., M.Pd.Gr., mengatakan, pihaknya mulai membuka penerimaan siswa baru untuk tahun ajaran 2027/2028.

“Alhamdulillah, kami membuka penerimaan siswa baru untuk ajaran 2027/2028. Pendidikan di Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih ini sudah berjalan kurang lebih sepuluh tahun,” ujarnya.

Menurut Andi Agus, Yayasan Muhammad Al-Fatih menaungi sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Semua tingkatan mulai menerima murid baru. Kami memiliki dua jalur penerimaan, yakni jalur reguler dan nonreguler,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama SIT Al-Fatih, Dr. Peni Setyowati, mengatakan perjalanan hampir satu dekade SIT Al-Fatih menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap kontribusi lembaga pendidikan tersebut bagi anak-anak, orang tua, maupun masyarakat Kota Makassar.

“Alhamdulillah, Sekolah Al-Fatih ini menjelang satu dekade atau hampir 10 tahun kami berkiprah di dunia pendidikan di Kota Makassar. Sepuluh tahun bagi kami bukan sekadar perjalanan waktu, melainkan sebuah momentum untuk melakukan refleksi sejauh mana kehadiran Sekolah Islam Al-Fatih ini telah memberi arti buat anak-anak, buat orang tua, dan tentunya buat masyarakat yang ada di Kota Makassar,” tuturnya.

Ia menyebutkan, keberadaan siswa SIT Al-Fatih kini tidak hanya berasal dari Kota Makassar, tetapi juga dari daerah lain, termasuk Kabupaten Takalar.

“Harapan kami ke depan, Sekolah Islam Terpadu Al-Fatih ini semakin kuat untuk menjadi rumah tumbuh, rumah pendidikan, yang tidak hanya melahirkan anak-anak yang cerdas secara akademik, namun bagaimana mewujudkan anak-anak yang tangguh, yang memiliki adab dan akhlak serta berkarakter Qurani,” ungkapnya.

Peserta dan tenaga pendidik SIT Al-Fatih mengikuti soft launching sekaligus pembukaan PPDB tahun ajaran 2027/2028 di Aula Theater Poltekkes Makassar, Selasa (25/8/2026).

Menurut ummi Peni sapaan akrabnya kecerdasan akademik saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan kehidupan. Anak-anak juga membutuhkan ketangguhan secara spiritual dan emosional.

Iklan

“Kami percaya bahwa kecerdasan manusia itu tidak cukup, perlu adanya ketangguhan secara spiritual dan emosional,” katanya.

Ia berharap SIT Al-Fatih dapat terus tumbuh bersama masyarakat melalui kolaborasi dan membuka ruang kontribusi untuk menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan di tengah perubahan zaman.

Ummi Peni menilai tantangan yang dihadapi generasi saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya, terutama dengan perkembangan teknologi digital dan semakin dekatnya anak-anak dengan perangkat seperti telepon pintar.

“Tentunya ini merupakan tantangan. Anak-anak zaman sekarang sudah sangat mengenal handphone, sedangkan kita dulu belum mengenal handphone,” bebernya.

Memasuki satu dekade berikutnya, Ummi Peni berharap SIT Al-Fatih tidak hanya semakin berkembang di Kota Makassar, tetapi juga mampu memperluas kebermanfaatannya hingga tingkat nasional dan internasional.

“Jika 10 tahun pertama adalah kami menanam fondasi, maka di satu dekade berikutnya, harapan kami semoga kami bisa lebih memperluas kebermanfaatan kami di tengah masyarakat, utamanya di Kota Makassar, serta bisa mengibarkan bendera Sekolah Al-Fatih di kancah nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan sebuah lembaga pendidikan tidak semata-mata diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari seberapa besar nilai kebaikan yang terus tumbuh dari para peserta didik dan kemudian memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah lembaga pendidikan bukan hanya seberapa banyak kelulusan yang dihasilkan, tetapi seberapa banyak kebaikan yang terus tumbuh dari mereka dan kembali memberi manfaat kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan dibukanya penerimaan siswa baru lebih awal, SIT Al-Fatih berharap dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mempersiapkan pendidikan anak sejak dini, sekaligus memperkuat komitmen yayasan dalam menghadirkan pendidikan yang berlandaskan Al-Qur’an, berkarakter, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Wartawan: Aji, Editor: Aidha