Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Kab. Barru

Pemkab Barru Fasilitasi Mediasi, Muhammadiyah Klarifikasi Isu Intoleransi

×

Pemkab Barru Fasilitasi Mediasi, Muhammadiyah Klarifikasi Isu Intoleransi

Sebarkan artikel ini
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddin dan pengurus Masjid didampingi Kasat Intel dan PLT Sekretaris Kabupaten Barru pada Rabu, (25/3/26)
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ

BARRU, Matajurnalisnews.com – Pemerintah Kabupaten Barru menggelar rapat koordinasi dan mediasi terkait polemik pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid, kompleks BTN Pepabri. Rapat berlangsung di Ruang Data Kantor Bupati Barru Sulsel, pada Rabu (25/3/2026).

Rapat dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Abubakar, dengan menghadirkan berbagai pihak terkait guna mencari solusi yang menyejukkan serta menjaga kondusivitas di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa pelaksanaan ibadah salat di Masjid Nurut Tajdid tetap berjalan seperti biasa. Pemerintah daerah juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menunjukkan komitmen dalam menjaga situasi tetap aman dan tertib.

โ€œSemua pihak diimbau untuk menahan diri serta mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan ukhuwah Islamiyah, khususnya dalam momentum pasca-Ramadan dan Idulfitri,โ€ ujar Abubakar kepada wartawan.

Terkait persoalan kepemilikan aset masjid, rapat menyepakati bahwa penyelesaiannya akan ditempuh melalui jalur hukum guna menguji keabsahan masing-masing pihak. Baik pengurus masjid maupun organisasi Muhammadiyah dipersilakan mengajukan bukti melalui lembaga peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Barru, Ahmad Jamaluddin, dalam kesempatan tersebut mengklarifikasi isu yang sempat beredar di media.

Ia menegaskan bahwa anggapan Barru sebagai daerah intoleran tidaklah benar.
โ€œBarru adalah daerah yang sangat toleran. Apa yang terjadi beberapa hari lalu hanyalah miskomunikasi dan kurangnya koordinasi di antara pihak-pihak terkait,โ€ ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Pengurus Masjid Nurut Tajdid BTN Pepabri, H. Suaib Arifin.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan serta tidak memperbesar persoalan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meredakan situasi sekaligus memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat Barru, sehingga aktivitas ibadah dan kehidupan sosial tetap berlangsung dalam suasana damai dan harmonis.

Sebelumnya, menjelang pelaksanaan Salat Idulfitri, jamaah Muhammadiyah berencana melaksanakan salat pada Jumat (20/3/2026) di Masjid Nurut Tajdid.

Namun, rencana tersebut mendapat penolakan dari jamaah non-Muhammadiyah yang akan melaksanakan salat pada Sabtu (21/3/2026).

Untuk mengantisipasi potensi gesekan, pemerintah kecamatan bersama aparat TNI-Polri turun langsung ke lokasi guna melakukan pengamanan.

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan