MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Dugaan penembakan terhadap seorang remaja berusia 16 tahun di Jalan Toddopuli 1 STP 1 Blok 24 menggegerkan warga sekitar, Selasa (3/3/26) pagi. Korban diketahui berinisial B alias E.
Peristiwa tersebut diduga melibatkan seorang oknum personel kepolisian berinisial NA yang disebut-sebut bertugas di Polsek Panakkukang.
Informasi ini diperoleh dari keterangan teman korban yang berada di lokasi serta sejumlah saksi mata dan rekaman CCTV di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
Kronologi Versi Saksi
Berdasarkan pengakuan teman korban, kejadian bermula sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, korban bersama beberapa rekannya tengah bermain senjata mainan jenis water gel blaster dalam aktivitas yang menyerupai permainan perang-perangan.
Tak lama kemudian, sejumlah personel kepolisian melintas di lokasi dan langsung mengamankan korban.
Saksi menyebutkan, sebelum insiden penembakan terjadi, korban sempat mengalami tindakan kekerasan berupa cekikan dan pukulan oleh beberapa orang di tempat kejadian.
Situasi kemudian memanas ketika korban diduga ditodong menggunakan senjata api.
Tak berselang lama, terdengar letusan, dan korban dilaporkan mengalami luka tembak di bagian tubuhnya.
Dilarikan ke Rumah Sakit
Korban segera dievakuasi dan mendapat penanganan awal di Rumah Sakit Grestelina sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Sejumlah saksi di lokasi juga mengaku menemukan beberapa selongsong peluru di badan jalan, yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.
Polisi Belum Beri Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum personel dalam peristiwa tersebut.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung untuk mengklarifikasi kronologi serta memastikan pihak yang bertanggung jawab.
Kasus ini memicu perhatian luas masyarakat karena melibatkan anak di bawah umur serta dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat.
Sejumlah pihak mendesak agar penanganan perkara dilakukan secara transparan dan profesional guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
Perkembangan lebih lanjut dari kasus ini masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

















