BARRU, Matajurnalisnews.com โ Suasana haru dan penuh makna menyelimuti Aula Mako Polres Barru Sulsel pada Senin (2/3/26) saat Angga, pemuda asal Bogor, menyambangi dan memberikan motivasi kepada anak-anak yatim di Kabupaten Barru.
Dalam sambutannya, Angga menyampaikan kisah inspiratif tentang seorang pelukis sebagai perumpamaan kehidupan.
Ia menggambarkan hidup seperti sebuah lukisan yang terkadang terlihat โrusakโ saat kehilangan sosok yang sangat dicintai.
โIbarat lukisan, jika rusak tentu kita akan marah. Tapi jika kita ikhlas dan menerima, akan ada gantinya yang lebih baik lagi,โ ucap Angga di hadapan anak-anak yatim.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perpisahan dengan orang tua bukanlah bentuk ketidakadilan, melainkan bagian dari rencana dan kasih sayang Allah SWT.
โKita dipisahkan karena Allah sayang. Di surga nanti tidak ada lagi perpisahan. Jadi Allah sayang kepada kita,โ tuturnya.
Angga mengajak seluruh anak yatim agar tidak berkecil hati atas kondisi yang dialami.
Ia berharap mereka tetap semangat menatap masa depan dan meraih kesuksesan.
โAnak-anak di Barru harus jadi orang sukses. Jangan berkecil hati karena tidak ada orang tua,โ pesannya memberi semangat.
Dalam tausiyah singkatnya, Angga juga menjelaskan makna sedekah sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.
Ia mengingatkan bahwa dengan keikhlasan dan keridhaan menerima keadaan sebagai anak yatim, Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya.
โJika kita ridho menjadi anak yatim, insya Allah Allah akan sayang kepada kita,โ ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak anak-anak untuk memahami bahwa orang tua yang mungkin menitipkan mereka di pesantren atau berada jauh dari mereka sejatinya melakukan hal tersebut karena rasa cinta.
โOrang tua jauh atau menitipkan di pesantren karena mereka sayang kepada kalian,โ katanya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Angga memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah yang diikuti seluruh anak yatim untuk mendoakan orang tua yang telah tiada.
Di akhir penyampaiannya, Angga mengajak anak-anak untuk mengenang orang tua dengan penuh kasih dan memaafkan segala teguran yang pernah diberikan.
โKita sering dimarahi dan dibentak. Sekarang mereka sudah tiada. Ternyata semua itu karena mereka sayang kepada kita,โ pungkasnya.
Sedangkan Kapolres Barru AKBP Ananda Fauzi Harahap, menyambut positif kedatangan sekitar 200 anak yatim yang hadir di Aula Mako Polres Barru.
Kehadiran ratusan anak tersebut dinilai sebagai momen penuh berkah sekaligus wujud kepedulian dan kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan anak-anak yatim di lingkungan Polres Barru.
Ia menegaskan bahwa institusi kepolisian tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir dan berbagi dengan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat, motivasi, serta kebahagiaan bagi anak-anak yatim agar tetap optimis dalam meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik.












