MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Kahar tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digelar di Aula Pondok Pesantren Faqihul Ilmi Makassar Sulsel, pada Kamis (12/2/26).
Dalam pemaparannya, Kahar menyampaikan teknik pembelajaran KBC dengan menampilkan berbagai metode yang merujuk pada sejarah Islam serta temuan para ahli pendidikan.
Kahar, Tekankan bahwa konsep pendidikan berbasis cinta bukanlah hal baru, melainkan telah dicontohkan dalam praktik pendidikan Rasulullah SAW dan para ulama terdahulu.
“Metode keteladanan, pendekatan persuasif, dialogis, serta pembinaan karakter melalui kasih sayang merupakan bagian penting dalam sejarah pendidikan Islam,” ujarnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Bahar juga memaparkan sejumlah hasil kajian para ahli yang menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis cinta mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat karakter, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih humanis dan inklusif.
Menurutnya, penerapan KBC di madrasah maupun pesantren perlu diintegrasikan dalam proses belajar mengajar sehari-hari, baik melalui metode diskusi, refleksi, pembiasaan akhlak, maupun penguatan hubungan emosional antara guru dan peserta didik.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti oleh para pendidik dan tenaga kependidikan yang tampak antusias mengikuti materi hingga sesi tanya jawab.
“Diharapkan, melalui kegiatan ini, implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan optimal di lingkungan satuan pendidikan.” Tandasnya.















