PANGKEP, Matajurnalisnews.com โ Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin mengerahkan sedikitnya empat alat utama sistem senjata (alutsista) dalam operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto, mengatakan TNI Angkatan Udara langsung bergerak cepat setelah menerima informasi pesawat mengalami hilang kontak pada 17 Januari 2026.
โSejak menerima informasi lost contact, kami langsung melaksanakan rapat untuk memetakan dan melakukan pengamatan udara di titik hilang kontak. Dari hasil pengamatan, ditemukan beberapa serpihan pesawat dan titik koordinat tersebut langsung kami kirimkan kepada Tim SAR Gabungan untuk ditindaklanjuti melalui jalur darat,โ ujar Arifaini saat konferensi pers di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin, Kamis (22/1/2026).
Dalam operasi tersebut, TNI AU mengerahkan 257 personel yang terdiri dari pasukan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dan personel gabungan Lanud Sultan Hasanuddin. Mereka dikerahkan untuk melakukan penyisiran darat dan mendukung proses evakuasi.
Sementara untuk operasi udara, TNI AU menurunkan tiga unit pesawat intai Boeing 737 serta satu unit helikopter Caracal. Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk memantau area pencarian sekaligus memberikan dukungan pengamatan udara secara real time.
โUntuk via udara, kami mengerahkan tiga unit Pesawat Intai Boeing 737 dan satu unit Helikopter Caracal. Pesawat Boeing 737 juga kami manfaatkan untuk memantau kondisi cuaca di wilayah operasi,โ jelasnya.
Menurut Arifaini, pesawat Boeing 737 dapat melakukan hingga empat kali penerbangan dalam sehari. Selain membantu pencarian visual dari udara, data cuaca yang dikumpulkan juga digunakan untuk mendukung operasi modifikasi cuaca selama misi SAR berlangsung.
โData cuaca yang dikirimkan sangat penting untuk mendukung operasi modifikasi cuaca agar proses evakuasi bisa berjalan lebih optimal,โ tambahnya.
Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi di Gunung Bulusaraung masih terus berlangsung. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, serta berbagai potensi SAR lainnya terus berupaya menemukan korban dan komponen pesawat di medan yang sulit dan cuaca yang berubah-ubah.












