MAROS, Matajurnalisnews.com โ Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) menyampaikan bahwa hingga saat ini fokus utama Tim SAR gabungan masih pada upaya pencarian dan penyelamatan korban di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Senin (19/01/2026).
Operasi pencarian masih berada dalam masa golden time dengan harapan korban dapat ditemukan dalam kondisi selamat.
โSeluruh tim terus berupaya maksimal dalam situasi yang ada. Prioritas utama kami adalah menemukan dan menyelamatkan korban,โ ujar Kabasarnas saat memberikan keterangan di Kansar Bandara.
Kabasarnas menegaskan, apabila dalam proses pencarian ditemukan barang-barang milik korban, seluruhnya akan diamankan dan diserahkan kepada pihak keluarga sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Berdasarkan pembaruan terakhir, Tim SAR telah menemukan dua korban. Korban pertama yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki, sementara korban kedua yang ditemukan sekitar pukul 14.15 WITA berjenis kelamin perempuan, Kedua korban ditemukan di area yang saling berdekatan, sekitar 500 meter di bawah puncak Gunung Bulusaraung, ucapnya.
Lokasi penemuan korban berada di medan yang sangat ekstrem, dengan kemiringan hampir tegak lurus mendekati 90 derajat, didominasi bebatuan, serta dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan alam yang sulit.
Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR gabungan melibatkan lebih dari 1.200 personel yang dibagi ke dalam empat sektor pencarian. Operasi dilakukan melalui dua metode, yakni jalur darat dan jalur udara.
Secara teknis, perjalanan menggunakan helikopter menuju lokasi membutuhkan waktu kurang dari 10 menit.
Namun hingga kini evakuasi udara belum dapat dilakukan karena kondisi awan yang sangat tebal, terutama di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR juga mendapat dukungan melalui upaya modifikasi cuaca, dengan harapan kondisi segera membaik agar evakuasi udara dapat menjadi prioritas.
Saat ini, posisi korban telah berada bersama rescuer yang melakukan pencarian melalui jalur darat. Proses evakuasi masih menunggu kondisi yang memungkinkan, mengingat jalur darat membutuhkan waktu cukup lama akibat medan yang sangat sulit.
โSeluruh proses masih terus berjalan. Kami berharap seluruh korban dapat segera ditemukan,โ tutup Kabasarnas.












