Iklan
📢 Pasang Iklan Anda Disini — Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
BeritaNews

Warga Protes, Proyek Jalan Semenisasi di Kutim Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

×

Warga Protes, Proyek Jalan Semenisasi di Kutim Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Sebarkan artikel ini
Proyek pembangunan jalan semenisasi di Desa Kandolu Kacamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim) yang di protes Warga pada Rabu, 14/01/2026 (Foto MJN)
👁️ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. ✍️
👁️ Dilihat: 458.188 kali
📝 Proyek jalan tahun 2025

KUTIM, Matajurnalisnews.com – Proyek pembangunan jalan semenisasi di Desa Kandolu Kacamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (KALTIM) menuai protes dari warga.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya, pada Selasa (13/1/25), mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya pengerjaan jalan diduga tidak sesuai kapasitas.

“Kami senang karena jalan didesa kami dikerjakan. Tapi kami kecewa hasil kerjanya kurang bagus, masa baru sebulan sudah kelihatan batu pecahnya dan retak,” keluhnya.

Warga menilai jalan semenisasi sepanjang 3,5 meter X 80 itu Anggaran Swakelola Bantuan Keuangan RT Tahun 2025 dengan Jumlah Rp. 100.000 juta dinilai dikerjakan asal-asalan .

“Kalau kita lihat kondisi jalan saya menilai tidak sesuai, asal jadi ji,” tambahnya.

Kepala Desa Kandolu Alimuddin saat di Konfirmasi Matajurnalisnews.com pada Rabu, (14/1) mengatakan jalan tersebut rusak akibat ulah warga setempat.

“Kalau jalan rusak itu, Sudah i pakai warga. biasa sebelum waktunya biasa cepat rusak karna belum terlalu kering.” katanya

Ia juga katakan, jika warga ingin komplen langsung ke warga yang mengerjakan.

“Tanya aja ke warganya karna mereka juga yang kerjakan. Masalah pengawasan Masing-masing ada kepala wilayahnya,” tandasnya.

Sedangkan Khaerul Kasman, staf Inspektorat Kutim, saat dikonfirmasi via telpon WhatsApp pribadinya pada Rabu, (14/1/26) mengatakan akan berkoordinasi dengan tim terkait pengerjaan proyek.

“Kami akan koordinasi dulu dengan tim apakah pengerjaan tahap pertama atau tahap kedua. Jika hasilnya belum diketahui, akan kami prioritaskan untuk dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.