MAKASSAR, Matajurnalisnews – Proyek irigasi di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang Makassar Sulawesi Selatan yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) disorot karena dugaan kejanggalan administrasi dan pelaksanaan.
Kontrak proyek tercatat Desember 2025, namun papan proyek mencantumkan November 2025. Durasi pekerjaan 55 hari kalender juga dinilai tidak wajar.
Proyek tersebut tercatat dengan nomor kontrak HK.02.01-BBWS 11.8.3/309/XII/2025 yang secara administratif mengacu pada Desember 2025.
Namun ironisnya, pada papan proyek di lapangan justru tercantum tanggal kontrak 07 November 2025, atau sebulan lebih awal.
Aliansi Pemuda Mahasiswa Sulawesi Selatan menuntut audit menyeluruh dan pemeriksaan PT Waskita Karya serta Kepala BBWS.
Aditya, selaku Jenderal Lapangan Aliansi Pemuda Mahasiswa Sulawesi Selatan, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai kesalahan administratif semata.
Ia menyebut kasus tersebut sebagai pelanggaran fatal yang berpotensi masuk ranah tindak pidana, sehingga seluruh pihak yang terlibat wajib dipanggil dan diperiksa.
“Ini bukan kesalahan sepele. Dugaan pelanggaran ini harus ditelusuri secara serius karena menyangkut uang rakyat dan kualitas infrastruktur publik,” tegas Aditya.
Sebagai bentuk sikap tegas, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
1.Mendesak BPKP dan BPK untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek irigasi tersebut, karena anggaran yang dikeluarkan diduga tidak sebanding dengan spesifikasi dan kinerja pekerjaan.
2.Mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan untuk segera memanggil dan memeriksa PT Waskita Karya (Persero) serta Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Sulsel, atas dugaan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di balik proyek irigasi Rp 93 miliar tersebut.
3.Menuntut penegakan supremasi hukum tanpa pandang bulu.
Ia tegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga hukum ditegakkan secara lurus, serta memastikan proyek strategis yang menggunakan anggaran negara tidak menjadi ladang bancakan segelintir pihak.
“Kami pastikan terus mengawal kasus ini dan akan kembali menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat sebagai bentuk tekanan dan pengawalan kasus.” tandasnya.












