GOWA, SULSEL โ Penulis, jurnalis, aktivis literasi digital, sekaligus CEO Akhyar Media Kreatif, Syadir Ali, resmi meraih Juara 1 Lomba Karya Jurnalistik PWI Gowa 2025
melalui karyanya yang berjudul โTransformasi Digital Gowa: Digitalisasi, Empati Sosial, dan Jalan Baru Menuju Gowa Maju.โ
Pengumuman pemenang disampaikan pada 7 Desember 2025 dalam acara Bincang Kopi di Sekretariat PWI Gowa. Lomba ini merupakan rangkaian Hari Jadi Gowa ke-705 yang diikuti oleh wartawan anggota PWI di berbagai media.
Tulisan Syadir Ali sebagai penulis dinilai sangat unggul karena menghadirkan jurnalisme naratif yang menyentuh hati, berpadu dengan data dan analisis yang kuat.
Ia mengangkat dinamika Gowa di tengah arus digitalisasi melalui kisah viral โSi Bocah Singkong Bakar,โ perjuangan guru-guru SD Borongbulo melewati jalan ekstrem, serta perubahan pola komunikasi pemerintah dan masyarakat berkat digitalisasi.
Dewan juri menilai karya tersebut sebagai tulisan yang โhidup, menyentuh, dan penuh nilai kemanusiaanโ, sekaligus memperlihatkan kualitas Syadir Ali sebagai jurnalis dalam memadukan reportase lapangan dengan sudut pandang analitis.
Sebagai aktivis literasi digital, Syadir Ali selama ini dikenal aktif mengkampanyekan penggunaan media sosial yang sehat, edukasi anti-hoaks, keamanan digital, serta pendampingan warga dalam memahami ruang digital. Hal ini tampak kuat dalam tulisannya yang tidak hanya menggambarkan masalah, tetapi menawarkan solusi strategis untuk membangun Gowa digital yang lebih cerdas dan aman.
Sementara itu, perannya sebagai CEO Akhyar Media Kreatif memperlihatkan kepiawaiannya mengembangkan ekosistem media dan teknologi berbasis inovasi. Pengalaman tersebut memberi kedalaman tersendiri dalam tulisannya, terutama saat membahas transformasi digital pemerintah daerah, desa, hingga masyarakat pelosok.
Setelah menerima penghargaan, Syadir Ali sebagai penulis dan jurnalis menyampaikan rasa syukurnya.
โTulisan ini adalah bentuk penghormatan untuk masyarakat dataran tinggi Gowa. Guru yang menerjang jalan ekstrem, anak-anak yang bersekolah dalam keterbatasan, dan warga yang bersuara melalui media sosialโmerekalah sumber inspirasi saya. Tugas saya hanya menuliskan kembali perjuangan mereka,โ ujarnya.
Dengan kemenangan ini, Syadir Ali menegaskan posisinya sebagai salah satu tokoh muda Gowa yang konsisten mendorong jurnalisme kemanusiaan dan penguatan literasi digital di tengah perubahan zaman.(*)












