Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
MakassarPendidikan

Pasca Ricuh, Gubernur Sulsel Keluarkan Edaran Aktivitas Pembelajaran di Lakukan Secara Daring

×

Pasca Ricuh, Gubernur Sulsel Keluarkan Edaran Aktivitas Pembelajaran di Lakukan Secara Daring

Sebarkan artikel ini
Kondisi Bangkai Mobil yang terbakar dihalaman Kantor DPRD Kota Makassar (foto Aly/MJN)
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ
๐Ÿ‘๏ธ Dilihat: 415.574 kali

Makassar – Pasca terjadinya pembakaran Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Makassar oleh sejumlah Massa pada 29 Agustus 2025 kemarin.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi mengeluarkan himbauan agar seluruh aktivitas belajar mengajar, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, dilakukan secara daring (online) mulai tanggal 1 hingga 4 September 2025.

Langkah ini diambil menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Selatan, seiring meningkatnya aksi demonstrasi di beberapa titik di Makassar dan sekitarnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Dalam surat resmi bernomor 338/12640/DISDIK tertanggal 31 Agustus 2025, Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, menegaskan bahwa pimpinan perguruan tinggi dan kepala satuan pendidikan wajib memantau jalannya pembelajaran daring serta memastikan kondisi kampus dan sekolah tetap aman.

โ€œPerkuliahan dan pembelajaran daring ini bersifat sementara, hingga situasi di lapangan dinyatakan kondusif,โ€ bunyi poin ketiga dalam surat edaran tersebut.

Kebijakan ini berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Sulawesi Selatan.

Pemerintah juga berjanji akan memberikan informasi lanjutan terkait kelanjutan sistem pembelajaran setelah situasi keamanan kembali stabil.

Himbauan ini ditembuskan langsung kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel sebagai bentuk penegasan langkah cepat pemerintah dalam menjaga keamanan daerah.