Gowa, Sulsel – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Safaruddin di Kelurahan Manggalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah jenazah pria 40 tahun itu tiba dari Papua dalam peti mati.
Safaruddin diketahui tewas mengenaskan akibat dugaan pembunuhan sadis di Puncak Jaya, Papua, tempat ia bekerja sebagai tukang ojek.
Polisi menduga kuat Safaruddin menjadi korban perampokan dan pembunuhan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang sering beraksi di wilayah tersebut.
“Dia ke sana demi anak-anaknya. Kami tidak menyangka pulangnya dalam peti,” ungkap Rosdiati, salah seorang kerabat korban.
Safaruddin meninggalkan istri dan empat anaknya. Tiga dari empat anaknya masih bersekolah, sementara si bungsu baru berusia tiga tahun. Kepergian Safaruddin menjadi luka mendalam bagi keluarganya.
Hingga kini, pihak berwajib masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Kasus ini menambah deretan panjang korban sipil yang menjadi sasaran kekerasan di daerah konflik Papua.













