Makassar, Sulsel – Syadir Ali, seorang penulis dan digital creator asal Sulawesi Selatan yang juga CEO Akhyar Media Kreatif (AMK), kembali mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai fenomena viral yang berpotensi menyesatkan, khususnya yang berbau investasi bodong dan skema Ponzi digital seperti yang belakangan ramai diperbincangkan: OMC, mining coin palsu, dan platform “cuan instan”.
“Bukan semua yang viral itu bermanfaat. Banyak di antaranya adalah jebakan manis yang dikemas rapi untuk merampas uang dan waktu masyarakat,” ujar Syadir dalam rilisnya Sabtu, (5/7/25).
Menurutnya, saat ini banyak platform digital yang menggunakan narasi ‘dapat uang tanpa usaha’ atau ‘cukup daftar dan ajak teman’ — padahal di balik itu hanyalah sistem Ponzi klasik yang dibungkus dengan teknologi modern.
🔍 Waspadai Skema ‘Viral Tanpa Nilai’
Syadir menyebutkan bahwa platform seperti OMC dan sejenisnya tidak memberikan nilai ekonomi nyata, melainkan hanya menjanjikan keuntungan yang bergantung pada rekrutmen anggota baru.
“Saat puncaknya tercapai, skema seperti ini akan runtuh dan korban utamanya adalah masyarakat kelas bawah yang baru ikut, (gabung diakhir ) tambahnya.
🎓 Pentingnya Literasi Digital
Syadir juga menegaskan perlunya literasi digital dan ekonomi agar masyarakat tidak mudah tergoda oleh tren yang belum jelas manfaat dan legalitasnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk berpikir kritis terhadap ajakan bergabung yang disebar lewat WhatsApp, TikTok, maupun YouTube.
“Yang membuat saya khawatir, banyak korban adalah ibu rumah tangga, dan masyarakat awam dengan ekonomi pas-pasan. Ini bukan hanya merugikan uang, tapi juga mental dan waktu produktif mereka,” jelas Syadir.
🌐 Solusi: Edukasi dan Media yang Jujur
Melalui platform Akhyar Media Kreatif (https://armediakreatif.com), Syadir aktif membina media lokal agar dapat menyuarakan informasi yang jernih dan edukatif. Ia juga berharap media digital saat ini bisa mengedepankan tanggung jawab sosial, bukan hanya klik dan viralitas.
💬 “Viral itu bukan berarti benar. Investasi yang sehat bukan yang cepat kaya, tapi yang jelas, legal, dan masuk akal.”
Syadir Ali











