User Icon Hai, pembaca setia! Temukan layanan media online di AMK WebDev.
📢 Pasang Iklan Anda Disini — Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
HukumPolisi

Tak Terima Ditegur Saat Mancing, Oknum Polisi Hantam Pemilik Empang dengan Balok Kayu

×

Tak Terima Ditegur Saat Mancing, Oknum Polisi Hantam Pemilik Empang dengan Balok Kayu

Sebarkan artikel ini
Abdul Karim saat menjalani perawatan medis di RS Padjonga Takalar Sulawesi Selatan (Sulsel) Pada (25/1/2025) Dok (Ist).
👁️ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. ✍️
👁️ Dilihat: 300.398 kali

Takalar – Abdul Karim Daeng Sau (53) Diduga dianiaya Oknum Polisi berinisial FJ di sekitar empang miliknya. Akibatnya korban mengalami sakit dibagian pinggang usai hitam balok kayu.

Peristiwa tersebut terjadi di Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (25/1/25).

Insiden bermula ketika Abdul Karim menegur sekelompok pemancing ikan (papekang) agar tidak memancing di empangnya karena belum siap untuk dipanen.

Teguran itu diduga membuat FJ tersinggung. Oknum polisi tersebut kemudian mengambil balok kayu dan memukul korban sebanyak dua kali di bagian belakang dan tangan kiri.

Akibat kejadian itu, Abdul Karim harus menjalani perawatan medis selama dua hari di RS Padjonga Takalar.

“Iya, korban sempat dirawat di rumah sakit,” ujar Kabid Tata Usaha RS Padjonga, Mulyadi, saat dikonfirmasi wartawan Rabu, (28/1).

Istri korban, Saharia Daeng Senga, telah melaporkan kejadian ini ke Polres Takalar dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) bernomor LP/B/28/01/2025/SPKT Polres Takalar Polda Sulsel.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Takalar, Iptu Sumarwan, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan.

“Kami sudah menerima laporan dan akan segera melakukan lidik lebih lanjut terhadap oknum polisi yang dilaporkan,” ujar Iptu Sumarwan.

Di tempat terpisah, Rahman Adam, salah satu anggota keluarga korban yang juga mantan aktivis tahun 1994, mendesak kepolisian untuk bertindak cepat dalam menangani kasus ini.

“Kami berharap aparat penegak hukum segera memproses kasus ini secara transparan dan adil,” tegas Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus penganiayaan ini (*)

💼 AMK WebDev — Solusi Cerdas Media Online

Apakah Anda seorang wartawan, redaktur, atau pengelola portal berita yang ingin memiliki website media online profesional?

AMK WebDev adalah layanan khusus untuk membangun situs berita digital yang cepat, ringan, dan ramah pembaca.

  • ✅ Desain elegan & responsif untuk pembaca berita
  • ✅ Performa cepat & stabil untuk trafik tinggi
  • ✅ Struktur berita siap Google News & Discover
  • ✅ Dashboard admin mudah untuk tim redaksi

🎯 Cocok untuk: Media lokal, portal berita komunitas, media kampus, dan jaringan berita digital yang ingin tampil profesional.

📞 Konsultasi Gratis via WhatsApp

AMK WebDev

Bangun media online profesional
berbasis WordPress & SEO optimal.

📞 Konsultasi Globe Illustration News Illustration

Media Online Siap Pakai

Desain elegan, panel redaksi ringan, dan dukungan SEO maksimal.

📞 Hubungi Kami News Illustration Globe Illustration