MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (APMI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap penanganan dugaan korupsi pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Kabupaten Soppeng.
Puluhan massa aksi mendesak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, khususnya Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), agar mengusut tuntas dugaan praktik korupsi serta dugaan jual beli alsintan tanpa pandang bulu.
Sebelumnya, aliansi yang sama juga telah menggelar aksi di depan ASS Building dengan membawa tuntutan serupa. Namun, hingga kini mereka menilai belum ada kepastian hukum terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.
Dalam dialog dengan massa aksi, Kanit Tipikor Polda Sulsel, Ipda Hj. Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa dugaan kasus tersebut masih berada pada tahap penyelidikan.
“Hal ini baru sebatas indikasi. Saat turun ke lapangan nanti kami akan mengumpulkan kelompok tani untuk melakukan pendalaman. Terkait alsintan di Kabupaten Soppeng, sementara seluruhnya masih berada di wilayah Kabupaten Soppeng dan tidak keluar dari daerah tersebut. Sedangkan terkait dugaan praktik jual beli alat, saat ini masih kami dalami dan masih dalam proses penyelidikan,” ujar Syamsul Bahri.
Sementara itu, Jenderal Lapangan APMI, Ryyan Saputra, meminta Polda Sulsel mengusut kasus tersebut secara menyeluruh tanpa tebang pilih.
“Kami sangat mengharapkan Polda Sulsel, khususnya Unit Tipikor, mengusut secara merata dugaan jual beli alsintan di Kabupaten Soppeng tanpa adanya tebang pilih. Siapa pun yang terlibat, termasuk jika berasal dari kalangan pejabat, harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya kepada wartawan.
Ryyan juga meminta penyidik bersikap transparan dalam menangani perkara tersebut.
“Jangan ada pihak-pihak yang disembunyikan terkait perkara ini. Apabila ada oknum pemerintahan yang terlibat, kami berharap semuanya dibuka secara transparan kepada publik agar masyarakat mengetahui perkembangan penanganan kasus ini,” katanya.
Menurutnya, APMI akan terus mengawal proses hukum dugaan korupsi alsintan tersebut hingga ada kepastian hukum yang jelas. Bahkan, pihaknya berencana kembali menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat sebagai bentuk pengawasan terhadap penegakan supremasi hukum di Sulawesi Selatan.











