Iklan
News

Pusat Kota Barru Dipenuhi Sampah Bekas Pasar Malam, DLH Akui Prihatin

×

Pusat Kota Barru Dipenuhi Sampah Bekas Pasar Malam, DLH Akui Prihatin

Sebarkan artikel ini
Sampah plastik, kertas, sisa makanan dan minuman, hingga material bekas lapak pedagang terlihat menumpuk di sejumlah titik di area lahan kosong yang digunakan selama kegiatan Hoya-hoya berlangsung di Barru Sulsel (dok Red)

BARRU, Matajurnalisnews.com – Usai berakhirnya kegiatan pasar malam atau Hoya-hoya di Lahan Kosong Samping Alun-alun Barru Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeluhkan warga akibat tumpukan sampah yang masih berserakan hingga hampir sepekan.

Pantauan Wartawan Kamis (28/5/2026), sampah plastik, kertas, sisa makanan dan minuman, hingga material bekas lapak pedagang terlihat menumpuk di sejumlah titik di area lahan kosong yang digunakan selama kegiatan berlangsung.

Beberapa sudut kawasan bahkan tampak belum tersentuh pembersihan, sehingga menimbulkan kesan kumuh di pusat kota Barru.

Kondisi tersebut dinilai mencoreng wajah ruang publik yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya saat pelaksanaan Car Free Day setiap akhir pekan.

Apalagi kawasan Jalan AP Pettarani merupakan salah satu ruang terbuka utama di Kabupaten Barru yang setiap hari ramai dikunjungi warga untuk berolahraga maupun bersantai bersama keluarga.

“Sudah hampir seminggu belum dibersihkan ini pak,” Kata AD salah satu pedagang.

Ia juga katakan terkait masalah kebersihan dirinya tidak mengetahui hal itu.

“Saya pedagang pasar terkait kebersihannya dari dinas saya tidak tau,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barru, Gunawan, mengaku prihatin melihat kondisi sampah yang belum dibersihkan oleh pihak pengelola kegiatan.

“Kami sangat prihatin akibat adanya tumpukan sampah seperti itu,” ujar Gunawan kepada iNewsCelebes.id Saat di konfirmasi, Jumat sore di kantornya .

Ia mengungkapkan, pihak DLH sebelumnya telah beberapa kali mengingatkan pengelola agar segera melakukan pembersihan di area bekas pasar malam tersebut.

“Kami sudah beberapa kali memberitahukan kepada pihak pengelola agar lahan tersebut segera dibersihkan. Namun sampai saat ini belum juga dibersihkan,” katanya.

Sementara itu, UPT Persampahan wilayah Alun-alun Barru, Muksin, menjelaskan pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan pengelola terkait penanganan sampah.

Namun, menurutnya, sampah yang berada di dalam area lahan kegiatan bukan menjadi tanggung jawab petugas persampahan pemerintah.

“Kalau sampahnya dimasukkan ke kantong dan diletakkan di badan jalan, kami angkut. Tapi kalau masih di dalam area lahan, itu bukan tanggung jawab kami,” jelasnya.

Ia juga menyebut biaya pengangkutan sampah dari area luar lokasi kegiatan selama sebulan hanya sekitar Rp400 ribu.

“Karena itu bukan lahan pemerintah dan sifatnya komersial, jadi kalau sampahnya tidak dibawa keluar, itu bukan lagi tanggung jawab kami,” tambahnya.

Di sisi lain, pihak pengelola kegiatan, Faizal, mengaku keterlambatan pembersihan terjadi karena adanya kesibukan internal panitia.

“Sementara kami bersihkan ini, Pak. Karena kemarin teman-teman ada kegiatan, jadi baru sempat hari ini kami bersihkan,” ujar Faizal saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.