MAKASSAR, Matajurnalisnews.com โ H. Syamsul Tuwo selaku Ketua RW 11 Kelurahan Kassi Kassi, Kecamatan Rappocini, menyatakan siap mengawal pelaksanaan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di wilayahnya. Senin, (05/10/2026)
Komitmen tersebut disampaikan menyusul peluncuran Gerakan Nasional Peduli Tetangga yang di hadiri langsung Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, di Gedung Olahraga (GOR) Sudiang, Makassar, Minggu (4/10/2026).
Program yang digagas Kementerian Sosial RI ini merupakan upaya memperluas jangkauan pendataan serta akses pelayanan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan melalui penguatan peran masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW.
Dalam peluncuran tersebut, seluruh Ketua RT dan RW se-Kota Makassar turut mengikuti deklarasi komitmen dan didapuk sebagai Agen Perlindungan Sosial (Agen Perlinsos).
Ketua RW 11 Kelurahan Kassi Kassi H.Syamsul Tuwo mengatakan, keterlibatan RT dan RW sangat strategis karena pengurus lingkungan berada paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warga di wilayahnya.
โKami siap mengawal Gerakan Nasional Peduli Tetangga ini. Sebagai pengurus RW, kami akan membantu pemerintah dalam melakukan pendataan dan memastikan warga yang membutuhkan perlindungan sosial tidak terlewatkan,โ ujarnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memperkuat kepedulian antarwarga sekaligus memperbaiki akurasi data penerima bantuan sosial.
Ia juga mengajak seluruh warga di lingkungan RW 11 untuk aktif menyampaikan informasi apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian maupun akses terhadap program perlindungan sosial.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menjelaskan, Gerakan Peduli Tetangga merupakan tindak lanjut dari arahan strategis Presiden RI dalam pembenahan dan konsolidasi data penerima manfaat bantuan sosial.
Program tersebut sebelumnya telah diuji coba di Kabupaten Banyuwangi dan kemudian dikembangkan di 42 kabupaten/kota, termasuk Kota Makassar. Selanjutnya, program ini ditargetkan dapat diterapkan secara nasional.
Melalui program tersebut, pemerintah mendorong digitalisasi perlindungan sosial dengan mengintegrasikan berbagai basis data nasional, di antaranya Dukcapil, P3KE, DTKS, data Kementerian Kesehatan hingga data kepemilikan aset dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Gus Ipul mengatakan, masyarakat nantinya dapat melakukan registrasi ulang penerima bansos maupun mengusulkan diri sendiri atau orang lain untuk memperoleh perlindungan sosial dan program bantuan sosial.
โGerakan agen dimulai dari tetangga terdekat,โ kata Gus Ipul.
Kemensos menargetkan hingga Desember 2026 sedikitnya 50 persen masyarakat Indonesia telah terdaftar dalam sistem baru tersebut. Penyaluran bansos berbasis data yang telah terintegrasi ditargetkan mulai diterapkan secara penuh pada 2027.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengapresiasi kepercayaan Kementerian Sosial yang menjadikan Makassar sebagai salah satu daerah pilot project pelaksanaan program Perlinsos.
Munafri menegaskan, kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar hingga RT dan RW sangat diperlukan untuk memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
โKita berharap dengan kolaborasi ini bisa memastikan bahwa perlindungan sosial atau bantuan-bantuan yang datang dari pemerintah itu benar-benar bisa sampai tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkannya,โ ujar Munafri.
Gerakan Nasional Peduli Tetangga diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat pendataan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di tingkat lingkungan.
Dengan keterlibatan RT dan RW sebagai Agen Perlinsos, warga yang belum terdata atau mengalami kesulitan mendapatkan akses perlindungan sosial diharapkan dapat segera teridentifikasi dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
Wartawan: Aji, Editor: Aidha











