MAROS, Matajurnalisnews.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan peninjauan di salah satu lokasi tambang di Desa Purna Karya, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros , Senin (25/5/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul adanya pemberitaan terkait aktivitas tambang Galian C yang disebut belum mengantongi izin usaha pertambangan (IUP).
Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah 1 Maros Sulsel, Iqbal, mengatakan pihaknya turun langsung ke lokasi bersama sejumlah instansi terkait untuk memastikan kondisi aktivitas tambang di lapangan.
“Benar, kemarin kami bersama beberapa pejabat ESDM, Kabid Minerba, cabang dinas, Kasi Minerba, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Satpol PP Provinsi melakukan peninjauan di lokasi tambang di Tanralili,” ujar Iqbal kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, untuk mengecek langsung aktivitas tambang yang menjadi sorotan masyarakat.
“Tujuan kami menindaklanjuti instruksi gubernur agar melakukan pengecekan di lokasi tersebut,” katanya.
Saat berada di lokasi, pihaknya menemukan adanya aktivitas pengisian tanah urug menggunakan alat berat ke sejumlah truk pengangkut.
“Di lokasi memang ada aktivitas pengisian tanah urug oleh alat berat ke truk. Yang kemudian kami melakukan pembinaan agar aktivitas itu dihentikan karena baru mengantongi izin eksplorasi,” jelasnya.
Iqbal menyebut, perusahaan yang melakukan aktivitas tambang tersebut, yakni PT Rere Karya Mandiri, diketahui telah memiliki izin eksplorasi dan tinggal melanjutkan proses pengurusan IUP.
“PT Rare Karya Mandiri sudah memiliki izin eksplorasi, tinggal dilanjutkan untuk pengurusan IUP operasi produksi,” tambahnya.
Meski demikian, pihak ESDM tetap memberikan saran agar aktivitas sementara dihentikan hingga proses perizinan selesai.
“Namun kami tetap menyarankan agar aktivitas dihentikan dulu sambil mengurus IUP-nya,” terangnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Maros, Ridwan, mengaku pihaknya belum melakukan peninjauan ke lokasi tambang tersebut karena masih dalam suasana libur.
“Kami belum tinjau karena masih libur,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadi, Jumat (29/5/2026).











