MAKASSAR, Matajurnalisnews.com – Yayasan Mitra Netra menggelar Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier bagi mahasiswa tunanetra serta tunanetra lulusan baru perguruan tinggi di Kota Makassar.
Kegiatan yang mengusung tema “Lebih Siap, Lebih Baik” tersebut berlangsung di Room Inspiring, Hotel Unhas Lantai 2, Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar, serta diikuti 26 peserta tunanetra dari sejumlah perguruan tinggi di Makassar, yakni Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, dan Universitas Muslim Indonesia.
Orientasi tersebut bertujuan memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta kesiapan mahasiswa dan lulusan tunanetra dalam memasuki dunia kerja, khususnya sektor formal yang inklusif.
Job Coach sekaligus Kepala Bagian Program Ketenagakerjaan Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, mengatakan memasuki dunia kerja formal membutuhkan kesiapan, pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan memahami tuntutan dan harapan pemberi kerja.
“Memasuki dunia kerja sektor formal membutuhkan kesiapan, pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan untuk memahami tuntutan dan harapan pemberi kerja,” ujar Aria.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi semakin penting bagi mahasiswa tunanetra dan lulusan baru karena masih terdapat ketidakpahaman sebagian pemberi kerja mengenai kemampuan tunanetra untuk bekerja secara inklusif.
Di sisi lain, Mitra Netra juga melihat masih adanya kesenjangan antara kemampuan pencari kerja tunanetra lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan permintaan pemberi kerja dalam proses perekrutan.
Mencermati kondisi tersebut, sejak 2024 Yayasan Mitra Netra menyelenggarakan Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier bagi Mahasiswa Tunanetra dengan tema “Lebih Siap, Lebih Baik”.
Program tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Bandung, dan Yogyakarta. Makassar menjadi salah satu kota berikutnya yang
menjadi lokasi pelaksanaan program tersebut.
Membekali Pencari Kerja Tunanetra
Sesi orientasi dirancang untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai situasi, tantangan, sekaligus peluang bagi tunanetra lulusan perguruan tinggi dalam memasuki dunia kerja sektor formal.
Peserta juga diajak memahami adanya kesenjangan antara harapan pemberi kerja dengan kompetensi yang dimiliki pencari kerja tunanetra. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi dasar bagi peserta untuk mengidentifikasi dan mengembangkan kompetensi yang masih dibutuhkan sebelum memasuki dunia kerja.
Dalam kegiatan tersebut, Aria Indrawati yang juga berperan sebagai Job Coach dan Konselor Bimbingan Karier Mitra Netra memberikan materi mengenai situasi dunia kerja sektor formal bagi tunanetra di Indonesia.
Materi yang diberikan mencakup kesenjangan antara regulasi dan implementasi, kesenjangan antara harapan pemberi kerja dan kemampuan pencari kerja tunanetra, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk memperkecil kesenjangan tersebut.
Sementara itu, fasilitator Pre Employment Soft Skill Training Mitra Netra, Arya Putra Bagaskara, memberikan pembekalan mengenai penyusunan Curriculum Vitae (CV).
Peserta diberikan pemahaman mengenai bagaimana menyusun CV yang menarik, sesuai dengan kebutuhan proses perekrutan, namun tetap menggambarkan kemampuan secara jujur.
Selain CV, peserta juga mendapatkan materi mengenai pentingnya membangun personal branding di era digital. Pencari kerja tunanetra didorong untuk mulai membangun citra profesional dan menunjukkan kompetensi yang dimiliki sejak dini.
Kemampuan komunikasi, baik verbal maupun nonverbal, juga menjadi bagian dari pembekalan. Keterampilan tersebut dinilai penting karena akan dibutuhkan ketika peserta mengikuti proses wawancara kerja.
Hadirkan Role Model Tunanetra yang Berkarier sebagai ASN
Untuk memberikan gambaran nyata mengenai perjalanan memasuki dunia kerja, Mitra Netra menghadirkan Ismail Naharuddin, seorang tunanetra yang saat ini berkarier sebagai ASN dengan jabatan Pranata Humas Ahli Pertama di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Makassar, Kementerian Kesehatan RI.
Dalam sesi berbagi pengalaman, Ismail menceritakan proses yang ditempuh hingga berhasil berkarier sebagai ASN, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi selama proses perekrutan serta cara mengatasinya.
Ia juga berbagi pengalaman mengenai tugas dan tanggung jawab yang dijalankan sejak awal bekerja hingga saat ini, termasuk kebutuhan penyesuaian dan aksesibilitas di lingkungan kerja.
Selain menghadirkan role model, Mitra Netra turut menghadirkan perwakilan HRD perusahaan untuk memberikan perspektif dari sisi pemberi kerja sektor swasta.
Melalui sesi tersebut, peserta mendapatkan gambaran secara langsung mengenai kebutuhan dan harapan perusahaan ketika melakukan proses perekrutan karyawan, termasuk peluang bagi penyandang disabilitas.
Gunakan Metode Interaktif
Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier dikembangkan menggunakan metode interaktif melalui ceramah, diskusi, interaksi kelompok, hingga praktik.
Peserta tidak hanya mendapatkan informasi mengenai dunia kerja, tetapi juga diminta menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan setelah mengikuti kegiatan.
Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi langkah konkret bagi peserta untuk secara bertahap meningkatkan kompetensi dan memperkecil kesenjangan antara kemampuan yang dimiliki saat ini dengan kebutuhan pemberi kerja.
Jembatani Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja
Yayasan Mitra Netra sendiri telah mengembangkan program persiapan bekerja bagi mahasiswa tunanetra di Indonesia sejak 2015. Program tersebut mencakup pengembangan hard skill maupun soft skill sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja.
Mitra Netra menilai kepemilikan ijazah sarjana saja belum cukup untuk memastikan seseorang dapat bersaing dalam proses perekrutan. Pencari kerja juga perlu memiliki keterampilan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.
Aria Indrawati berharap Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier yang telah dilaksanakan di Makassar maupun sejumlah kota lainnya dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh perguruan tinggi melalui Unit Layanan Disabilitas maupun unit yang memiliki program persiapan karier mahasiswa.
“Mitra Netra berharap Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier untuk mahasiswa tunanetra yang dirintis di Makassar dan kota-kota lain di Indonesia dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh Unit Layanan Disabilitas di perguruan tinggi,” jelas Aria.
Menurutnya, pengembangan program transisi dari pendidikan tinggi menuju dunia kerja oleh perguruan tinggi akan menjadi semakin inklusif apabila turut menjangkau mahasiswa penyandang disabilitas.
Sekilas Yayasan Mitra Netra
Yayasan Mitra Netra didirikan pada 14 Mei 1991 sebagai lembaga nirlaba yang fokus pada peningkatan kualitas dan partisipasi tunanetra dalam bidang pendidikan dan pekerjaan.
Mitra Netra memiliki visi menjadi pengembang dan penyedia layanan untuk mewujudkan kehidupan tunanetra yang cerdas, mandiri, dan bermakna dalam masyarakat yang inklusif.
Wartawan: Aji, Editor: Aidha











