Iklan
Daerah

Ngaku Wartawan Media Nasional, Pria di Jeneponto Diduga Minta Uang ke Polisi

×

Ngaku Wartawan Media Nasional, Pria di Jeneponto Diduga Minta Uang ke Polisi

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi, Oknum Ngaku Wartawan Nasional Minta Uang Lewat Pesan WhatsApp (dok ist)

JENEPONTO, Matajurnalisnews – Seorang pria berinisial R diduga mencatut nama media nasional Detik.com untuk meminta sejumlah uang kepada aparat kepolisian di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Aksi tersebut diduga dilakukan bersama seorang oknum yang mengatasnamakan Ketua LSM GEMPA Jeneponto.

Kapolsek Kelara, AKP Muh. Kasyim, mengungkapkan bahwa dirinya pernah dihubungi oleh terduga pelaku melalui aplikasi WhatsApp pada Kamis (18/6/2026).

Menurut Kasyim, pelaku memperkenalkan diri sebagai wartawan Detik.com dan meminta bantuan dana dengan mengirimkan nomor rekening pribadi.

“Berdasarkan bukti percakapan yang kami miliki, yang bersangkutan menghubungi melalui WhatsApp dan mengaku sebagai wartawan Detik.com.” ujar AKP Muh. Kasyim kepada wartawan, Jumat (19/6/2026).

Dia juga menyebut, Lanjut Kasyim, nama pimpinan media tersebut serta mengirimkan nomor rekening untuk ditransfer.

Kasyim juga mengatakan, dugaan aksi serupa tidak hanya dialaminya. Sejumlah anggota kepolisian lainnya disebut pernah menerima pesan dari orang yang sama, termasuk personel yang bertugas di wilayah Polsek Panakkukang, Kota Makassar.

Menurut dia, modus yang digunakan terduga pelaku adalah mengaku sebagai wartawan dari media nasional untuk memperoleh sejumlah uang dari aparat maupun pihak tertentu.

“Modusnya mengaku sebagai wartawan media nasional, lalu meminta bantuan dana kepada aparat atau pihak-pihak tertentu,” katanya.

Kecurigaan terhadap identitas pelaku muncul setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut terkait status dan asal media yang diklaim.

Atas kejadian tersebut, Kasyim berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti laporan dan mengusut tuntas pihak yang diduga melakukan penipuan atau pemerasan dengan mencatut profesi wartawan.

Ia juga mengimbau masyarakat, instansi pemerintah, maupun aparat agar lebih berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai wartawan atau perwakilan lembaga tertentu dan meminta sejumlah uang.

“Identitas dan asal media seseorang perlu diverifikasi terlebih dahulu untuk menghindari menjadi korban penipuan maupun pemerasan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang wartawan Detik.com, Sahrul, saat dikonfirmasi menyatakan tidak ada wartawan bernama Ruslan yang terdaftar atau bekerja di media tersebut.

“Tidak ada. Kalau mengaku wartawan Detik.com atas nama Ruslan, kemungkinan itu penipu,” kata Sahrul.