Iklan
๐Ÿ“ข Pasang Iklan Anda Disini โ€” Jangkau Ribuan Pembaca Setiap Hari!
Kab. Barru

Rutan Barru Hadirkan Inovasi Kreatif, Produksi Paving Blok Menggunakan FABA

×

Rutan Barru Hadirkan Inovasi Kreatif, Produksi Paving Blok Menggunakan FABA

Sebarkan artikel ini
Warga binaan rutan barru produksi Paving blok menggunakan material FABA (dok MJN)
๐Ÿ‘๏ธ Selamat datang di Mata Jurnalis News
Setiap sorot mata jurnalis adalah cahaya kebenaran. Teruslah menulis, teruslah menyala. โœ๏ธ

BARRU, Matajurnalisnews.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berinovasi dalam meningkatkan pembinaan bagi warga binaan.

Berbagai program kreatif dihadirkan guna membekali mereka dengan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal setelah kembali ke tengah masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menghadirkan sejumlah unit usaha produktif di dalam rutan, seperti warung kopi (warkop), barbershop, budidaya ikan, hingga ternak ayam.

“Program ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga melatih kemandirian dan jiwa wirausaha warga binaan.” ujar Hardiman Karutan Barru kepada Wartawan Senin, (11/5/26).

Lanjut Hardiman, Selain itu, warga binaan juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan kerajinan tangan. Mereka dilatih membuat kursi kayu, paving blok, hingga fasilitas tempat pencucian mobil yang memiliki nilai ekonomis.

โ€œMelalui berbagai inovasi ini, kami ingin memastikan warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang bermanfaat.” Jelasnya.

Dia juga katakan, Kehadiran warkop, barbershop, budidaya ikan, hingga ternak ayam menjadi bagian dari pembinaan kemandirian mereka.

“Begitu juga dengan kerajinan tangan seperti pembuatan kursi kayu, paving blok menggunakan material FABA, dan fasilitas pencucian mobil, kami dorong agar menjadi bekal saat mereka kembali ke masyarakat,โ€ tambahnya.

Ia menyebutkan, jumlah penghuni Rutan Barru saat ini mencapai 256 orang dan sekitar 25 persen di antaranya telah diberdayakan dalam berbagai program kerja.

“Kami berharap, dengan adanya program tersebut, warga binaan mampu memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk membuka usaha secara mandiri setelah bebas nantinya.” bebernya.

Program inovatif ini pun mendapat respons positif karena dinilai mampu memberikan dampak nyata dalam proses pembinaan, sekaligus mendukung upaya reintegrasi sosial bagi warga binaan di Kabupaten Barru.

Hardiman juga menjelaskan, sebelum ditempatkan dalam program kerja, warga binaan terlebih dahulu mendapatkan pelatihan khusus, termasuk bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

Selain itu, pihak rutan juga menyesuaikan penempatan kerja berdasarkan kemampuan dan keterampilan masing-masing warga binaan.

“Untuk pemasaran hasil produksi, pihak rutan kini mulai menggencarkan promosi melalui media sosial, mitra kerja hingga dukungan pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya.” jelasnya.

Tak hanya program keterampilan, Rutan Barru juga aktif menjalankan pembinaan kerohanian.

“Saat ini terdapat sekitar 20 warga binaan yang mengikuti program tahfiz Al-Qurโ€™an. Bahkan, sejumlah warga binaan berhasil meraih prestasi dalam ajang Musabaqah tingkat kabupaten dan nasional. ” tandasnya.

Sedangkan, Amri, Salah satu warga binaan Rutan Barru mengaku telah mengikuti kegiatan kerajinan mebel selama lebih dari dua tahun di dalam rutan.

Pria yang menjalani hukuman 6 tahun 6 bulan dalam kasus narkotika itu mengatakan, saat ini terdapat sembilan warga binaan yang aktif bekerja membuat berbagai produk furniture.

โ€œYang dibuat kursi, meja, lemari, dan berbagai kerajinan lainnya. Hasilnya dipasarkan ke luar, ada yang dijual di toko maupun langsung ke masyarakat,โ€ katanya.

Menurut Amri, sejumlah produk yang telah terjual di antaranya paket kursi tamu, kursi teras, meja hias hingga lemari pakaian dua dan tiga pintu.

“Harga produk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan harga pasaran.” terangnya.

Iklan